Iklan
Pemprov
Dialog Ansor dan Banser OKI dalam menanggulangi terorisme, radikalisme dan intoleran di Kabupaten OKI

Bersama Polri Ansor – Banser OKI Siap Menanggulangi Terorisme, Radikalisme dan Intoleran

Palembang, Detik Sumsel — Bertempat di Pondok Pesantren An Nur Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI. Ansor dan Banser OKI menggandeng Direktorat Intelkam Polda menggelar dialog untuk menanggulangi terorisme, radikalisme dan intoleran Kamis (25/3/2021).

Dalam dialog ini turut menghadirkan narasumber Dr. KH Samsudin SAg MPdi selaku pengasuh di Ponpes Annur Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI.
AKP Yusuf Solehat SH. MM. Kanit III Subdit IV Dit Intelkam dan Aipda

Dalam paparannya AKP Yusuf Solehat SH MM sebagai anggota Banser harus dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya. Serta dapat memilah milah informasi yang berada di Medsos. Dalam berkeyakinan harus menerima perbedaan jangan sampai merasa paling benar dan mudah menyalahkan seseorang

Baca Juga :   Ungkap Pembooking Vanessa di Singapura

“Yang berbeda menjelaskan makna fundamentalisme, radikalisme, intoleransi dan terorisme,”ujarnya.

Dr KH Samsudin dihadapan anggota Ansor dan Banser OKI menyampaikan bahwa
menggambil dasar dari surat dari Al-Qur’an yang memaknai bawasannya Ketika kita bicara hubungan sesama manusia terhadap satu agama maka akan sangat mudah dalam menanggulangi Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi.

“Selain itu mencontoh dari perilaku yang dilakukan Rasulallah SAW bahwasannya beliau sangat bertoleransi kepada sesama manusia terutama dalam mematuhi segala hukum,”katanya.

Supri Ketua PSHT Kabupaten OKI mengatakan anggota organisasi PSHT  beragam keyakinan dan suku tidak hanya suku Jawa. “PSHT mendukung program Kepolisian dan bersama-sama Banser mencegah dan menanggulangi sikap Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi agar tidak berkembang di OKI

Baca Juga :   Pengamat: Warga Jangan Takut

Sementara itu, Aipda Kelvin Marley menjelaskan Intoleransi adalah sebuah paham atau pandangan yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dan toleransi merupakan perasaan empati kepada orang atau kelompok lain yang berasal dari kelompok, golongan atau latar belakang yang berbeda.

“Sedangkan Radikalisme adalah pemikiran dan gerakan anti terhadap ideologi Pancasila. Yang mengarah terhadap aksi-aksi kekerasan baik kolektif maupun individual baik yang mengarah pada terorisme maupun ekstrimisme lain,”tandasnya.(rilis)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda Sumsel Siap Sukseskan Program Presiden Satu Juta Vaksin Perhari

Palembang, Detik Sumsel — Guna menyukseskan program Presiden satu juta vaksin perhari se Indonesia. Polda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *