Beranda Kriminal Berkas Lengkap, Wanita Penggelap Mobil JTrust Finance di Sel

Berkas Lengkap, Wanita Penggelap Mobil JTrust Finance di Sel

Tanggal : Pukul :
1591
1
AP saat menjalani Tahap II di Kejaksaan Tinggi Sumsel
AP saat menjalani Tahap II di Kejaksaan Tinggi Sumsel

Palembang, Detik Sumsel, –  Tersangka Kasus penggelapan dan Pidusia, Agustina Panjaitan (38) warga Sekip, Akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi oleh Pihak Mapolda Sumsel dan di jebloskan rumah tahanan Negara klas 2 A Wanita Palembang.

Itu setelah Berkas perkaranya dinyatakan lengkap berikut barang bukti,”Benar memang ada pelimpahan atas nama tersangka Agustina Panjaitan, untuk proses selanjutnya akan segera kita sidangkan,”Jelas JPU Purnama Sofyan SH MH.

Selanjutnya usai pelimpahan tersangka, berkas dan barang bukti, pihak kejaksaan langsung menahan tersangka dan akan di antaranya ke Penjara Rutan Klas 2 Wanita Palembang untuk menjalani proses sidang.”Secepatnya berkas akan kita limpahkan ke PN agar segera disidangkan,” Terang Purnama.

Kasus ini mencuat usai  pelapor yakni dari perusahaan pendanaan PT JTrust Olimpindo Multi Finance cabang Palembang melayangkan aduan ke SPKTMapolda Sumsel lantaran dirugikan hampir 300 juta lebih oleh terlapor.

Dijelaskan Pelapor melalui

Branch Manager perusahaan tersebut Andy Irawan mengatakan pihaknya mengambil langkah aduan karena tidak adanya itikat baik dari Terlapor untuk menyelesaikan permasalahannya dengan pihaknya perusahaan.

Diketahui terlapor adalah debitur atau peminjam dana kepada PT JTrust Olimpindo Multi Finance cabang Palembang dengan jaminan BPKB 1 Unit Mobil Fortune warna Hitam metalik selama 36 bulan.

Masa pinjaman di awali pada tahun 2015 dan seharusnya berakhir pada tahun 2018 tanggal 19 bulan September, namun oleh terlapor hanya dibayar 7 bulan dan terakhir dibayarkan pada tahun 2016 lalu dan seterusnya tidak dibayarkan lagi.”Kita sudah melakukan pemanggilan, kita juga sudah menyurati bahkan melayangkan Surat peringatan, dan mendatangi rumah terlapor, namun tidak ada hasil, sedangkan Unitnya sendiri tidak berada di tangannya lagi,” Jelas Andy.

Andy mengaku melayangkan
Aduan berdasarkan payung hukum pasal 36 dan 37 UU no 42 tahun 1999 tentang pidusia dan pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman pidana penjara  selama 5 tahun penjara,”Bagi masyarakat atau debitur saya berpesan agar lebih taat lagi dalam membayar pinjaman, karena dalam hal ini sudah ada dasar dan payung hukum yang jelas, jadi tidak bisa main main lagi, jika mau memindah tangankan unit tidak bisa sembarangan.”Tukasnya.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here