Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Travel Berburu Sunrise di Tengah Dinginnya Dieng

Berburu Sunrise di Tengah Dinginnya Dieng

Tanggal : Pukul :
323
0

Dieng, Detik Sumsel — Di musim kemarau, beberapa wilayah di Indonesia justru mengalami penurunan suhu ekstrim pada malam hari. Fenomena wajar ini juga terjadi di Dataran Tinggi Dieng yang sempat mengalami salju karena suhu mencapai minus 9 derajat Celcius.

Nyatanya, cuaca yang cukup ekstrim ini tidak menyurutkan niat pengunjung untuk tetap berwisata. Bahkan, banyak pengunjung yang sebagian besar berasal dari Provinsi Jawa Tengah untuk menyaksikan sunrise di tengah dinginnya cuaca.

Detik Sumsel berkesempatan mengunjungi desa tertinggi di Pulau Jawa, Desa Sembungan pada Jumat (05/07) lalu. Untuk menyaksikan sunrise atau matahari terbit, pengunjung harus datang sangat pagi, bahkan sebelum Subuh, sekitar pukul 04.00. Pengunjung harus naik ke Bukit Sikunir, yang menjadi spot terbaik untuk menyaksikan sunrise.

Agar terlindung dari dingin yang sangat menusuk hingga ke tulang, pengunjung harus menggunakan mantel tebal, dilengkapi dengan kaus kaki, sarung tangan, hingga topi kupluk untuk menutup hingga ke telinga. Pengunjung disarankan untuk tidak terlalu banyak membawa barang ke atas bukit karena untuk menuju puncak, dibutuhkan tenaga yang cukup.

Perjalanan ke atas bukit cukup menantang dengan kondisi berliku dan jalanan bebatuan. Cukup banyak anak tangga untuk menuju ke bagian atas bukit. Banyak pengunjung yang mengambil jeda untuk beristirahat sebelum akhirnya berhasil menuju ke atas.

Saat Detik Sumsel mencapai ke atas bukit, matahari baru akan muncul di ufuk timur. Namun sayang, kondisi awan yang berkabut membuat semburat oranye tanda matahari terbit, tidak terlihat jelas. Banyak pengunjung yang kecewa karena gagal menyaksikan sunrise yang tertutup awan.

Namun, sayang rasanya tidak mengabadikan foto dari atas bukit dengan pemandangan yang terasa menakjubkan. Pengunjung yang merasa kecewa pun tetap terobati dengan memilih latar foto yang memang tak diragukan keindahannya.

Turun dari atas bukit, pengunjung dapat menghangatkan diri dengan meminum teh manis atau kopi hangat. Pengunjung juga dapat sarapan usai menyaksikan sunrise dengan beberapa pilihan makanan, seperti kentang semur, nasi goreng, atau gorengan bakwan.

Tak jauh dari Desa Sembungan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang. Disini, ada sebuah kawah yang berisi belerang mendidih. Pengunjung disarankan menggunakan masker untuk menutupi hidung agar bau menyengat belerang tidak terlalu menusuk dan membuat sakit kepala.

Perjalanan dapat dilanjutkan ke Telaga Warna yang airnya dapat berubah-ubah. Perubahan ini disesuaikan dengan kondisi air yang biasanya dipengaruhi oleh tanaman hidup di dalam air. Di telaga inipun, pengunjung masih harus mencium bau menyengat belerang yang terkandung di dalam air. Namun, indahnya pemandangan membuat bau menyengat tersebut tidak menjadi masalah untuk kembali berkunjung ke tempat ini. (DP)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here