Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Sekda Muba H Apriyadi, di dampingi Camat Bayung Lencir Muhamad Imron, S.Sos, M.Si, dan Kadinkes Muba dr H Azmi Dariusmansyah, usai pengukuhan tim saber DBD, Kamis (16/9).

Berantas DBD, Bayung Lencir Bentuk Tim Saber DBD

Sekayu, Detik Sumsel – Kendati pandemi Covid-19 belum berakhir tidak membuat Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengendorkan pengawasan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

Dimana pada tahun sebelumnya Kecamatan Bayung Lencir termasuk daerah cukup tinggi pada kasus DBD. Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir membentuk tim sabu bersih (Saber) dalam memberantas DBD khusus di  Kecamatan Bayung Lencir.

 

Camat Bayung Lencir, M Imron S SOs MSi, mengungkapkan dibentuknya tim saber DBD ini merupakan antisipasi Pemerintah Kecamatan dalam memberntas di DBD. Dimana pada tahun sebelumnya terdapar dua kasus cukup tinggi yakni di Kelurahan Bayung Lencir dan Kelurahan Bayung Lencir Indah.

 

“Jadi, setelah dibentuk tim saber akan turun langsung kelapangan dalam melakukan sosialisasi pencegahan DBD ditengah masyarakat. Seperti menguras, menutup, dan mengubur (3M) dalam membasmi jentik nyamuk, Fooging juga akan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap perlu dilakukan,”kata Imron, disela pengukuhan tim saber DBD, Kamis (16/9).

Baca Juga :   Hendri Zainuddin Gelar Sosialisasi Bareng HUMANIKA

 

Lanjutnya, pada tahun kemarin pada awal tahun 2019 sudah terdapat 140 kasus DBD. Maka dari itu pihaknya tidak ingin terulang kembali kasus DBD yang sama. “Kita tidak ingin kecolongan atas kasus DBD yang ada di Kecamatan Bayung Lencir ini. 4 orang tim saber ini akan bertugas

 

Sememtara itu, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengapresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir dalam membentuk tim saber DBD. Menurutnya Kabupaten Muba menjadi salah satu daerah yang cukup tinggi dalam kasus DBD.

Baca Juga :   IRT Nyambi Bandar Sabu Diringkus Polisi

 

“Seorang kepala wilayah itu menurut saya harus benar-benar paham wilayahnya, salah satu maslahnya yakni DBD. Oleh karena itu inovasi yang dilakukan Camat Bayung Lencir sangat baik, karena  DBD merupkan penyakit mematikan disamping Covid-19 yang saat ini sedang melanda,”ungkap Apriyadi.

 

Kabupaten Muba merupakan cukup tinggi dalam kasus DBD, maka dari itu saya minta camat lainnya harus melakukan inovasi serupa. “Mari kita bersama-sama berupaya dalam menekan kasus DBD di Kabupaten Muba. Selain itu, penerepan Prokes dalam mencegah Covid-19 terus dipatuhi karena penyebaran Covid-19 trennya terus memanjak, pola hidup sehat terus harus diterapkan,”tandas dia. (edy)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Polres OKUT Belum Terima Laporan Terkait Netralitas ASN

Martapura, Detik Sumsel — Polres OKU Timur mengaku belum menerima laporan terkait netralitas personel Polisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *