Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Beralih ke Duit Mainan, Omzet Tetap Stabil

Beralih ke Duit Mainan, Omzet Tetap Stabil

Tanggal : Pukul :
358
0
Pemilik Galeri Anggi Syahenna yang berlokasi di komplek Poligon saat memperlihatkan kreasi mahar di galeri miliknya. (Foto: Wirangga/Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel- Guna menyiasati aturan tegas Bank Indonesia untuk tidak merusak uang kertas dengan dijadikan mahar pernikahan, kini Para perajin kreasi uang mahar di Metropolis mulai berbondong-bondong menggunakan uang mainan untuk kreasi mahar.

Salah satunya Anggi, dirinya yang merupakan salah satu perajin uang mahar pernikahan di kota Palembang yang telah menggeluti usaha kreasi uang mahar sejak tahun 2012 ini mengungkapkan, bahwa saat ini dirinya telah beralih menggunakan uang mainan untuk tetap meneruskan usahanya tersebut.

Duit kertas mainan dijadikan alternatif untuk kreasi mahar yang menggunakan uang kertas. (Foto: Wirangga/Detik Sumsel)

“Kalau uang, kita sekarang sudah beralih menggunakan uang mainan. Kita juga baru tahu untuk peraturan itu, Kamis (8/8).

Menurut Anggi, meski menggunakan uang mainan, hasil dari kreasi mahar uang tersebut akan tetap sama seperti menggunakan uang aslinya. “Pakai uang mainan itu juga hasilnya juga sama aja seperti menggunakan uang asli, karena itu juga kan kertas. Kalau dulunya asli jadi sekarang kita telah beralih menggunakan uang mainan,” ujarnya.

Baca Juga :   Weekend, Taman Kelinci Rawa Borang Tembus Tiga Ribu Pengunjung

Pemilik Galeri Anggi Syahenna yang berlokasi di komplek Poligon Palembang tersebut juga menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan uang kertas mainan sendiri, pihaknya melakukan pemesan kepada penjual uang mainan melalui online. “Kita biasanya memesan melalui online, ada juga konsumen yang membawa sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Perajin mahar lainnya di Palembang, Lianasari (29) menyebutkan dirinya memang sudah mengetahui sejak lama aturan tersebut, namun tak mengurungkan niatnya membuat usaha jasa uang mahar.

Lianasari perajin mahar asal Palembang ini mengaku pasca diperketat aturan soal kreasi mahar tak pengaruhi omzet yang didapat. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Menurut wanita yang sudah menggeluti usaha sejak 2017 ini meskipun ada larangan tersebut tidak bisa mengurangi Omzet penjualan dan membatasi kreatifitas dirinya untuk mendesain Mahar Uang secantik mungkin.

Baca Juga :   Herman Deru Gerak Cepat Antisipasi Dampak Kabut Asap

“Sebelum buka usaha ini juga saya sudah tau, namun bisa diakalin pakai uang mainan, kalaupun ada konsumen yang pesan pakai uang asli, kita buatkan wadah yang terbuat dari karung goni yang dibentuk sedemikian rupa untuk menaruh uang-uang tersebut, sehingga tidak melanggar aturan yang ada,” ucapnya.

Lianasari menambahkan, hingga saat ini pun uang mahar yang dibuatnya dijajakan dari Rp. 550. 000 – 750.000 ini tidak pernah mendapat komplain dari konsumen-konsumennya.

“Memang ada konsumen yang belum tau tentang larangan tersebut, ya mereka sih sejauh ini tidak ada komplain, Karena memang sudah kita jelasin Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada perubahan omzet setelah ada aturan tersebut,” ucapnya.(wira/bra)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here