KPU Sumatera Selatan

Bentuk Satgas, Ditarget Pulihkan JSC dalam 60 Hari

0
77
Suasana rapat koordinasi yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan yang terjadi di Jakabaring Sport City (JSC). (Istimewa)

Palembang, Detik Sumsel– Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Jakabaring Sport City (JSC) pasca bencana, Senin (29/10) malam. Satgas ini ditenggat untuk menyelesaikan seluruh proses renovasi dan perbaikan kawasan JSC dalam 60 hari.

“Harus selesai sebelum pergantian tahun, jadi dalam 60 hari harus selesai. Makanya saya bentuk Satgas pemulihan dengan ketua Sekda Sumsel, pak Nasrun Umar,” kata Herman Deru.

Pernyataan tersebut dilontarkan Herman Deru disela-sela rapat pembahasan percepatan perbaikan venue-venue JSC di Griya Agung, Senin (29/10) malam. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh dan jajaran, Sejumlah Kepala Dinas di Pemprov Sumsel, pimpinan PT Bukit Asam, pimpinan Pertamina, pimpinan Sinarmas, pimpinan BNI, perwakilan Kementerian PUPR, Kepala BMKG, Kanwil Kemenag Sumsel, serta pihak terkait lainnya.

Herman Deru dalam kesempatan itu menekankan komitmennya untuk menjaga kawasan JSC sebagai kebanggaan Indonesia di kancah internasional. Bahkan pria yang terkenal ramah ini menyebut, pekerjaan ini sebagai salah satu ujian pertama dalam tugasnya selaku Gubernur Sumsel yang baru. Dirinya juga bersyukur komitmen semua pihak, dimulai dari BUMN, BUMD, serta Kementerian PUPR untuk turut bersama-sama membantu memperbaiki kawasan JSC.

“Saya tidak akan biarkan bangunan mewah dan berteknologi tinggi ini hancur. Satgas segera bentuk tahapan yang jelas sampai pulih kembali. Saya pantau perkembangannya setiap hari,” tegas Herman Deru.

Lebih dari itu, Bupati OKU Timur dua periode ini menekankan kejadian ini murni bencana berdasarkan data dari BMKG. Pihaknya juga mendapat laporan kalau Kementerian PUPR telah mengasuransikan sejumlah venue.

“Kalau menunggu asuransi perbaiki, pasti lama karena ada prosesnya. Padahal perbaikan ini harus cepat, tapi dengan skala prioritas. Misalnya di Aquatic, takutnya apabila lambat, maka kerusakan akan merambat kemana-mana,” beber Herman Deru.

Ditambahkan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, sesuai arahan Gubernur, pekerjaan perbaikan harus langsung action (kerja nyata). “Pertama itu bersihkan pohon tumbang. Pokoknya yang kerusakan kecil, langsung perbaiki saja,” sebut Mawardi.

Sebagai tindak lanjutnya, Sekda Sumsel Nasrun Umar kembali menggelar rapat kecil di kantor PT JSC, Selasa (30/10) pagi dengan sejumlah pihak terkait. Selaku ketua Satgas, pihaknya menginstruksikan inventarisir semua kerusakan dan tim langsung bekerja. “Saya minta dalam dua hari, pohon-pohon yang tumbang dibersihkan,” sebutnya.

Kemudian diputuskan kerusakan kecil dikoordinatori PT JSC langsung, kerusakan sedang dipimpin Kepala Dinas PSDA Sumsel, sementara kerusakan berat diketuai Kepala Dinas Perkim Sumsel.

“Kerusakan ringan ditarget selesai 25-30 hari, kerusakan sedang diperkirakan 30-35 hari, sedangkan yang rusak berat diselesaikan dalam 45 hari,” tegasnya sembari menyebut urusan teknis dibahas dalam tim kecil yang terbentuk.

Di tempat yang sama Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh menjabarkan data di lapangan ada 131 pohon yang tumbang. Pihaknya juga bergegas langsung bekerja pasca bencana tersebut.

“Dari 131 pohon tumbang, 72 diantaranya sudah berhasil dievakuasi,” urainya sembari mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak atas bencana yang dialami kawasan JSC. (Iyop/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here