Iklan
Pemprov
Tampak Pasar Rakyat Dempo Utara Yang Belum Digunakan Karena Belum Diresmikan

Belum Sempat Diresmikan, Pasar Rakyat Ini Masih Nganggur

Pagaralam, Detik Sumsel- Usai rampung dibangun sejak tahun 2019 lalu, sampai saat ini pasar rakyat Dempo Utara berlokasi di Dusun Gunung Agung, Kecamatan Demo Utara belum juga beroperasi.

Pantauan dilapangan, karena hal ini kondisi pasar rakyat tersebut kondisinya kurang terawat, hal ini tampak di beberapa titik pasar rakyat tersebut kotor, dan halaman dipenuhi rumput serta digenangi air.

Camat Dempo Utara Arjanggi Priatna Hutama saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, alasan belum beroperasinya pasar rakyat tersebut karena masih dalam proses serah terimah dari kemendagri ke Pemerintah Kota Pagaralam.

Baca Juga :   Bersinergi Dengan Rakyat Lanud SMH Adakan Pengobatan Massal

“Setau kami sampai saat ini proses serah terima dari kementrian belum ada, jadi kendala hal utulah menjadi kendala peresmian dan pengoperasianya pasar tersebut.”ujarnya, Senin (26/4)

Sambung Arjanggi, jika sudah beroperasi pasar ini nanti akan di peruntukan untuk pedagang umum namun tetap di utamakan bagi masyarakat kecamatan dempo utara.

“Diharapkan pasar ini nanti dapat meminimalisir masyarakat berjualan di trotoar jalan sehingga tidak mengganggu lalu lintas jalan, terutama di kawasan bumi agung.”katanya.

Pihaknya berharap, hadirnya pasar tersebut juga dapat menggerakkan perekonomian daerah khususnya kecamatan Dempo Utara, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Ini Hasil Rapat Atasi Amblasnya Jembatan Pematang Panggang

“Jika sudah beroperasi, kita harapkan sasaran ini bisa terealisasi. Untuk detail teknis retribusi di pasar rakyat ini, akan dirancang peraturan daerah yang mengatur retribusi dan sewa kios di pasar rakyat Dempo Utara,” pungkasnya.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Targetkan Hanura Pagaralam Lima Kursi di Pileg 2024

Pagaralam, Detik Sumsel- Setelah sukses menggelar menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *