Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Kabid Pencegahan Penyakit dan Menular Dinkes Kota Pagaralam Subur Wicaksono (Foto:Rendi/Detik Sumsel)

Belum Capai Target Kampanye MR Diperpanjang

Pagaralam, Detik Sumsel – Dinilai cakupan yang berhasil dicapai belum cukup untuk melindungi seluruh masyarakat  dari bahaya penyakit Campak, Rubella dan Cacat Bawaan Akibat Rubella atau Sindroma Rubella Kongenital (CRS).
Dengan demikian, diperlukan strategi tindak lanjut yang efektif untuk meraih anak-anak yang belum diimunisasi agar kekebalan masyarakat yang tinggi terbentuk sehingga kasus Campak, Rubella dan Cacat bawaan akibat rubella dapat diturunkan dengan signifikan serta kejadian luar biasa dapat dicegah.
Dengan dasar itulah, Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor SR.02.06/MENKES/6g0/2018 tentang strategi tindak lanjut kampanye imunisasi Measles Rubelle (MR) fase II (dua) dan evaluasi terhadap capaian yang diperoleh sejak perpanjangan waktu pelaksanaan kampanye imunisasi MR di 28 provinsi.
Kabid Pencegahan Penyakit dan Menular Dinkes Kota Pagaralam Subur Wicaksono, mengatakan, untuk itulah Kabupaten/Kota yang cakupanya belum mencapai 95 persen (target nasional) untuk kembali melanjutkan kampanye imunisasi MR hingga tanggal 31 Desember 2018 mendatang.
“Untuk di Kota Pagaralam sendiri sejak di perpanjang hingga awal Oktober lalu pencapaian vaksinasi MR sudah mencapai 70 persen. Sedangkan per 8 November ini sudah bertambah menjadi 82,13 persen,”terangnya. Rabu (14/11).
Sambung Subur, belum tercapainya cakupan atau target nasional tersebut karena sempat terhenti adanya fatwah MUI yang menyatakan Vaksin MR haram karena megandung cairan Babi. Namun setelah sempat berhenti hampir satu setengah bulan akhirnya vaksin kembali diberikan.
“Kita sudah melakukan vaksinasi kepada selitar 24.820 anak wajib vaksin dari jumlah anak yang terdata yaitu 35.156 anak,” ujarnya.
Jadi untuk memenuhi target tersebut pihaknya akan kembali menlanjutkan kampanye MR kepada wajib vaksin sampai batas waktu yang ditetapkan yakni 31 Desember. Namun jenis kampanye ini masih harus di kordinasikan terebih dulu dengan Kepala Daerah setempat,mengingat dilapangan kampanye tersebut banyak ditolak dari masyarakat beragama Islam.
“Bahkan pondok pesantren pun juga menolak kampanye tersebut,”pungkasnya. (rendi)
H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Baca Juga :   Berusaha Lepas dari Debt Collector, Ponidi Cs Buat Laporan Palsu
Lakukan Penukaran Uang

About Rendi Pagaralam

Avatar

Check Also

Timbun Gas 3 Kg Pemilik Ini Warung Diamankan Polisi

Lahat, Detik Sumsel — Unit Reskrim Polsek Kota Lahat, Minggu (25/10), sekitar pukul 11.00 WIB, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *