Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Lurah 26 Ilir Palembang, Erdawati S.Sos bersama Sertu Rudi Harsam saat menunjukan berbagai tanaman yang di tanam di Kampung Sayur 26 Ilir

Beginilah Kisah Perjuangan Sertu Rudi dan Lurah 26 Ilir Pencetus Kampung Sayur

Palembang, Detik Sumsel – Melalui ide kreatif salah satu personel Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), Sertu Rudi Harsam dengan suport Lurah 26 Ilir Palembang, Erdawati S Sos, Kampung Sayur yang berlokasi di Jalan Cempaka Dalam, Lorong Berdikari, RT 17 dan RT 16, 26 Ilir Palenbang kini semakin berkembang bahkan tak jarang apresiasi diberikan untuk Kampung Sayur tersebut, baik dari Wakil Walikota Palembang, Kapolresta Palembang, Danlanal Palembang serta beberapa pejabat lainnya.

Namun, dibalik kesuksesan tersebut, banyak hal yang dapat dipetik serta mampu memberikan motivasi bagi para masyarakat dan para petani pemula untuk dapat sukses dalam bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan yang seadanya.

“Memang pencetus pertama kalinya itu adalah bapak Rudi. Awalnya beliau memiliki ide kreatif menanam tanaman hidroponik dengan memanfaatkan lahan yang seadanya. Saya kenal beliau karena beliau bertentangga dengan salah satu staff saya, dan saya tertarik atas ide kreatif beliau, maka dari itu saya menilai beliau patut disuport oleh Pemerintah,” kata Erdawati saat diwawancarai, Jumat (07/08).

Wanita yang akrab disapa Kupik Lurah oleh warga sekitar tersebut juga mengungkapkan, bahwa Sertu Rudi dinilainya merupakan sosok pantang menyerah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

“Orang seperti bapak Rudi inilah yang memang kami cari. Karena beliau memang orang yang luar biasa, untuk mengembangkan hal seperti ini, beliau ini rela berkorban serta rela merugi dengan modal swadaya murni. Ketika melihat orang seperti beliau ini, kenapa tidak jika diberikan suport dari Pemerintah,” bebernya.

Ia juga menyampaikan, melalui ide kreatif Sertu Rudi, dirinya sengaja ingin mengajak masyarakat sekitar untuk dapat mengikuti jejak Sertu Rudi, meskipun hal tersebut dinilainya cukup sulit.

“Memang pertama merintis ini susah, tetapi dengan mengikuti proses waktu serta kesabaran, saat ini masyarakat RT 16 dan RT 17 sudah mulai menanam semua di rumahnya,” ujarnya.

“Para masyarakat disini mereka kita suport yaitu diberikan bibit gratis. Disini kita juga sengaja memanfaatkan barang-barang bekas, seperti paralon bekas, derijen bekas, dan berang bekas lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk jadi media tanam,” ungkapnya.

Erdawati juga menyampaikan, hingga saat ini, Kampung Sayur yang berada di Kelurahan 26 Ilir telah banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, baik Wakil Walikota Palembang, Kapolresta Palembang serta Danlanal Palembang.

“Alhamdulillah juga kita banyak mendapatkan apresiasi dari para pejabat daerah. Kebetulan juga bapak Sertu Sertu Rudi Harsam ini merupakan anggota TNI AL Palembang yang memang kreatif,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini telah terdapat berbagai jenis tanaman yang sengaja ditaman di Kampung Sayur, baik secara hidroponik maupun ditanam biasa, seperti tanaman Sawi, Pakcoy, Selada, Cabai, Okra, Daun Sop, Bayam Merah, Tomat serta Kunyit Putih.

“Kurang lebih ada 23 tanaman, baik sayuran ataupun tanaman herbal yang sering kali dimanfaatkan untuk obat,” ujarnya.

Sementara, sebagai pencetus penanaman Hidroponik di Kampung Sayur, Sertu Rudi menjelaskan, bahwa sistim penanaman sengaja dilakukan dengan berbagai metode, baik Hidroponik dengan menggunakan metode air yang mengalir, metode Wick (Air tidak mengalir namun diberikan nutrisi), serta metode media tanam.

“Tetapi yang kita prioritaskan di sini menggunakan lima rumah tangga atau botol-botol bekas,” jelasnya.

Untuk ide kreatif sendiri, Anggota TNI AL Palembang itu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan ide tersebut melalui Aplikasi YouTube dan kemudian dilakukan suatu pengembangan untuk menjadikan tanaman tersebut menjadi lebih baik dan lebih indah untuk ditanam.

“Dari YouTube itu, kemudian kita inovasikan kembali sehingga bisa jadi lebih baik, dan lebih bagus. Kalau lebih bagus, maka lingkungankan juga jadi bersih. Dan memang saya memulai ini sejak bulan Januari 2020,” tuturnya.

Masih dikatakannya, untuk hasil masa panen, sayur-sayuran yang telah berhasil melalui proses panen sengaja dibagikan kepada warga-warga sekitar sebagai daya tarik warga sehingga dapat memiliki keinginan sendiri untuk melakukan penanaman di rumah masing-masing.

“Untuk sisanya baru kita jual. Dari hasil penjualan, kita masukan ke dalam buku Kas melalui organisasi kepengurusan untuk kita belikan kebutuhan lainnya, seperti pupuk ataupun bibit yang belum bisa kita produksi sendiri,” jelasnya.

Meskipun sebagai pencetus tanaman hidroponik di Kampung Sayur, Sertu Rudi juga mengungkapkan, bahwa keterlibatan warga dinilai memiliki andil besar terhadap kesuksesan Kampung Sayur tersebut.

“Memang kalau tempat, tempat saya sendiri. Tetapi keterlibatan warga itu ada andil besar. Karna saya juga disini masih aktif sebagai Anggota TNI Angkatan Laut di Bom Baru Lanal Palembang,” pungkasnya. (Bet)

About Betta Agri

Check Also

Musnahkan 5,7 juta batang rokok ilegal beserta ribuan barang lainnya di Kantor Bea Cukai Palembang, Rabu (23/9)

Musnahkan Jutaan Rokok dan Barang Ilegal, Negara Rugi 2,7 Milyar 

Palembang, Detik Sumsel,- Direktorat Jenderal Bea Cukai Sumatera Bagian Selatan Timur musnahkan 5,7 juta batang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *