Detik
Deklarasi kampanye damai

Bawaslu Perbolehkan Peserta Pemilu Pasang Spanduk, Ini Syaratnya…

Palembang, DetikSumsel – Guna meramaikan pesta demokrasi, Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu-RI), mengajak semua peserta pemilu untuk memeriahkan masa kampanye tanpa ketegangan.

Hal ini diungkapkan Komisioner Bawaslu RI, Ahmad Bradja usai mendatangi beberapa tempat, dan ia melihat belum terlihat pemasangan Alat Peraga berupa spanduk ataupun baliho. Semestinya peserta pemilu dapat memasang spanduk atau baliho untuk memperkenalkan dirinya, tidak diam-diam karena calon akan dipilih kalau dikenal.

“Silakan meriahkan Pemilu kali ini, kami bersama KPU akan menjaga dan mengawasi agar peraturan perundang undangan dijalankan. Kepada peserta pemilu ajaklah masyarakat bersenang-senang dalam masa kampanye tidak perlu tegang,”ucap Ahmad Bradja setelah menghadiri deklarsi kampanye bermartabat oleh Bawaslu Prov Sumsel, Hotel Horison Ultima Palembang, Kamis (25/10)

“Peserta pemilu boleh memasang spanduk dan baliho untuk mensosialisasikan dirinya berbeda dengan spanduk atau baliho walau dari KPU, tidak perlu takut akan diturunkan oleh petugas, tetapi dengan syarat,”lanjutnya

Baca Juga :   Miliki Rekam Jejak Baik, GP Nasdem Pagaralam Dukung Prananda Masuk Kabinet

Dijelaskannya, spanduk dan Baliho untuk kampanye harus berbeda dengan spanduk dan baliho untuk sosialisasi karena mempunyai ukuran bentuk dan persyaratan tertentu dari KPU.

“Peserta pemilu boleh memasang spanduk, Baliho untuk sosialisasi, untuk memperkenalkan peserta pemilu kepada masyarakat dengan syarat berbeda dengan foto atau gambar yang dikeluarkan oleh KPU. Syarat lainnya, tidak ada ajakan untuk memilih, tidak tidak ada nomor peserta, tidak ada visi, tidak ada misi, tidak ada program dan citra diri peserta pemilu,”tegasnya.

Ia membolehkan peserta berinovasi untuk mensosialisasikan diri tidak hanya spanduk atau baliho dapat menggunakan Mug, membuat baju ataupun mencetak gambar di piring dan lainnya.

“Baik spanduk atau baliho untuk sosialisasi dan kampanye tidak boleh dipasang di tempat ibadah, di tempat lembaga pendidikan atau tempat pemerintah,” tegasnya.

Ia menyampaikan, Pemilu akan bermartabat bila mengedepankan program kerja tidak dengan menjelek-jelekkan orang lain, bersifat SARA, ujaran kebencian atapun hoax.

Baca Juga :   Banyak Ditolak, Anggota DPR RI Akui RKUHP Perlu Revisi Ulang

Sementara itu Ketua Bawaslu Prov Sumsel, Iin Irwanto mengatakan,

Pengawasan dalam pemilu semua pihak terlibat didalamnya. Stakeholder dalam pemilu di dalamnya Forkopimda, Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan dan Masyarakat.

“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat
untuk menyukseskan pemilu pada tahun 2018 yang akan datang . Saat ini pemilu masuk pada tahapan kampanye oleh karenanya Bawaslu mengumpulkan peserta pemilu, partai politik dan stakeholder lainnya untuk mendeklarasikan Kampanye Bermartabat,” ajaknya.

Ia menyampaikan, apabila kampanye berjalan dengan baik maka pemilu juga akan berjalan dengan baik, kalau pemilu berjalan dengan baik maka akan didapat pemimpin yang terbaik.

“Pemilu 2019 di Sumsel akan berjalan dengan baik dan sukses. Saya yakin parpol dan peserta pemilu tidak akan melakukan politik uang, tidak melibatkan ASN, tidak SARA dan menolak hoaks,”tandasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Efen Permata

Avatar

Check Also

Habiskan Dana Ratusan Juta, Kegiatan Bawaslu Sumsel Hanya Dihadiri 75 Peserta

Palembang, Detik Sumsel – Kegiatan pengembangan pusat pendidikan dan pelatihan pengawasan pemilu atau Sekolah Kader …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *