Iklan

Detik
Pemprov
Ilustrasi/Grafis: Raam (Detik Sumsel)

Batubara PT Titan Ancam Robohkan Jembatan Ampera

Lipsus, Detik Sumsel- Insiden angkutan batubara jalur sungai menabrak Jembatan Ampera kembali terjadi, setelah pada Mei 2017 lalu Tongkang muatan batubara dengan nomor ARK04 milik PT Bukit Asam menghantam tiang jembatan (fender) Ampera, Rabu (4/11/2020) angkutan batubara milik PT Titan juga menghantam jembatan ampera.

Meski tidak terjadi kerusakan parah, namun insiden angkutan batubara menabrak jembatan yang telah menginjak usia 58 tahun dan memiliki panjang 1.117 meter ini dinilai banyak pihak menjadi ancaman merobobohkan jembatan Ampera.

“Harus ada pengawasan khusus dari pihak Dishub Kota Palembang, kalau ini terus terjadi bisa jadi ancaman juga jembatan Ampera roboh,” tegas Anggota Komisi II DPRD Kota Palembang, Abdullah Taufik kepada detiksumsel.com.

Menurutnya, Perusahaan terkait harus segera dipanggil dan dilakukan tindakan tegas. “Kemudian, patroli sungai harus lebih digencarkan lagi, beri rambu-rambu khusus dibawah jembatan Ampera dan pengawasan harus dilakukan secara berkala,” imbaunya.

Baca Juga :   Bus Membawa Personel Brimob Polda Sumsel Laka Tunggal di Jambi, Enam Orang Terluka

Anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan, Komisi II akan segera memanggil pihak perusahaan dan pihak terkait untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. “Bisa akan dilakukan pemanggilan kepada perusahaan dan Dishub Kota Palembang, prinsipnya kita tidak ingin kejadian seperti terus berulang,” cetusnya.

Senada dikatakan salah satu warga Palembang, Syafri Indra. Ia menyebutkan, pengawasan dari pihak terkait terhadap angkutan batubara di jalur air harus lebih diperketat jangan sampai merusak aset atau fasilitas penting negara. “Ini tidak boleh dianggap remeh, kalau jembatan Ampera roboh tentu banyak akan memakan korban. Pemerintah harus tegas dan bertindak dalam hal ini,” tegasnya.

Lanjutnya, pengawasan terhadap muatan yang diangkut harus lebih diperketat supaya safety saat operasional dan tidak merugikan banyak pihak serta menimbulkan korban jiwa. “Kalau pengawasan ketat, saya yakin tentu tidak akan ada peristiwa-peristiwa seperti ini terjadi,” tuturnya.

Kadishub Kota Palembang, Agusrizal menuturkan pihaknya menghimbau agar para perusahaan batubara yang menggunakan jalur air khususnya yang melintasi jembatan Ampera harus taat aturan Perda Kota Palembang sebagaimana yang telah diatur. “Surat izin ada di KSOP, nanti akan kita koordinasikan. Kami berharap agar kejadian ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Baca Juga :   Banjir, Warga Desa Kepayang Bawa Jenazah Dengan Perahu

Agusrizal menambahkan, kalau terbukti kelalaian dan adanya melanggar ketentuan Perda tentu akan dijatuhkan sanksi. “Tentu ada sanksi dan nantinya juga akan dilihat apakah ada kerusakan jembatan Ampera yang harus segera diperbaiki pihak perusahaan dan pihak terkait,” tandasnya.(pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Efen Permata

Avatar

Check Also

Maksimalkan Layanan Kesehatan RSUD, Bupati OKI Resmikan Unit Hemodialisis

Kayuagung, Detik Sumsel-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya …

One comment

  1. Avatar

    hebat nian perusaaan itu, lah ngerusak lingkungan numbur jembatan pulo.
    palak ubaknyo nian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *