Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Banyak IRT Tak Berani Laporkan KDRT

Banyak IRT Tak Berani Laporkan KDRT

Tanggal : Pukul :
520
0

Lipsus, Detik Sumsel- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi sorotan Women Crisis Center (WCC) Palembang. Lembaga yang konsen mengadvokasi perempuan dan anak ini menilai, banyak ibu rumah tangga (IRT) jadi korban KDRT, tapi tidak berani melaporkannya.

“Mereka beralasan karena sang suami tidak bertanggung jawab, faktor ekonomi, maupun beda pendapat,” ungkap Direktur WCC Palembang Yeni Roslaini kepada Detik Sumsel, belum lama ini.

Diketahui, KDRT mendominasi faktor perceraian di kota Palembang. Berdasarkan data Pengadilan Kelas 1A kota Palembang, sekitar 20 persen perceraian terjadi karena KDRT.

“Namun sekarang Alhamdulillah para perempuan sudah mulai lebih percaya diri untuk melaporkan KDRT, bahkan kasus yang kami dampingi sudah ada laporan terlebih dahulu dari kepolisian sebagai lampiran gugatan cerai di pengadilan,” bebernya.

Baca Juga :   Terkait Perjanjian Kredit BSB, PA Palembang Sita Eksekusi Tanah dan Bangunan

Yeni menjelaskan, perempuan diberi peluang untuk mengajukan cerai, sehingga harus bisa percaya diri untuk mengingatkan suami agar tidak berbuat semena-mena. Karena perempuan juga punya hak untuk bahagia setelah menikah.

“Yang biasanya mengajukan gugatan perceraian mereka yang sudah berumah tangga hampir 10 tahun pernikahan, karena kebanyakan dari mereka berharap agar suaminya bisa berubah namun berdasarkan pengalaman kami masih terus melakukan kekerasan sehingga memilih jalan terakhir untuk berpisah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Wow, Tahun Ini Ada 2.212 Janda Baru di Kota Palembang

Menurut aktivis gender ini, perceraian menjadi jalan terakhir ketika masalah rumah tangga tidak bisa terselesaikan. Namun selagi bisa diperbaiki, lebih baik dikomunikasikan terlebih dahulu.

“Dicari dulu jalan keluar, misalnya cari orang ketiga yang bisa membantu agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, lakukan konseling pernikahan dengan yang ahli. Pertimbangan anak memang itu sangat penting, namun jika keduanya sama ngotot dan lebih banyak mudharat nya apa boleh buat,” pungkasnya. (Bra)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here