Iklan
Pemprov
Salah satu Lahan Hutan Lindung Yang dijadikan Kebun Kopi

Banyak Hutan Lindung di Pagaralam Beralih Fungsi Jadi Kebun

Pagaralam, Detik Sumsel- Berbekal laporan dari masyarakat, terkait adanya perambahan hutan lindung yang dialih pungsikan menjadi kebun kopi, dikawasan Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah.

Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) wilayah X Dempo akhirnya berhasil menemukan seluas 40 hektare lahan hutan lindung Gunung Patah di wilayah Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah beralih fungsi menjadi kebun kopi tersebut.

Kepala KPH X Dempo, Hery Mulyono mengatakan, bahwa hal in diketahui setelah ada informasi dari laporan dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi kawasan hutan lindung.

“Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya bersama polhut langsung turun kelapangan guna mengecek kebenaran laporan tersebut, setelah sampai dilokasi memang sudah banyak hutan lindung yang menjadi lahan kopi. Bahkan kami mendapti sudah sejumlah pondok tinggal disana,”katanya, Senin (31/5)

Baca Juga :   Tunggak Pajak Rp1,2 Miliar, Satpol PP Segel Pintu Masuk Parkir PS Mall

Untuk luasnya sendiri Ia menjelaskan, diperkirakan sekitar 40 hektar hutan lindung sudah beralih fungsi menjadi kebu  kopi. Bahkan kondisi hutan lindung sudah gundul.

“Saat melihat ini kita langsung melakukan tindakan tegas dengan merobohkan semua pondok dan mencari siapa pelaku perusak hutan tersebut,” tegasnya.

Namun, saat petugas melakukan penyisiran di lokasi perambahan tersebut, petugas tidak menemukan pelaku perusak hutan.

“Sepertinya mereka sudah tahu jika petugas aka  kelokasi jadi kita tidak menemukan pelaku disana,”ujarnya.

Terkait hal ini pihak KPH X Dempo langsung mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh masyarakat Pagaralam bahwa berdasarkan UU Kehutanan nomor 41 tahun 1999 masyarakat dilarang mengerjakan atau menggunakan dan menduduki kawasan hutan lindung secara tidak sah atau melakukan perambahan.

Baca Juga :   Baru Sepekan Kena Musibah Kematian, Pengedar Narkoba Ini Kena Ciduk

“Masyarakat dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan lindung dengan radius jarak 100 meter dari kiri kanan hutan lindung serta tidak boleh membakar hutan, melakukan aktivitas penambahan jika tidak ada izin dari pejabat sekelas menteri,”pungkasnya.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sidang Paripurna Istimewa HUT Pagaralam ke-20 Berlangsung Hikmad

Pagaralam, Detik Sumsel – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pagaralam ke 20 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *