Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Banyak Hewan Kurban Tak Layak di Palembang

Banyak Hewan Kurban Tak Layak di Palembang

Tanggal : Pukul :
334
0
Penjualan hewan kurban di metropolis mulai ramai, masyarakat dihimbau untuk teliti dan waspada dalam membeli hewan kurban. (Foto: Tohir/Detik Sumsel).

Lipsus, Detik Sumsel – Enam hari lagi menjelang hari raya Idul Adha, penjual hewan kurban mulai terlihat bertambah ramai menggelar dagangannya. Hewan sapi, kambing, hingga kerbau di beberapa sudut Kota Palembang tampak ditawarkan bagi umat muslim yang berencana beribadah kurban tahun ini.

Meski banyak yang sehari-harinya memang berprofesi sebagai peternak hewan, tak sedikit pula yang hanya menjadi pedagang musiman. Namun, beberapa hari belakangan tim pengawas dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang banyak menemukan hewan kurban yang tidak layak jual untuk kurban.

“Kita belum menemukan hewan yang dijual terjangkit penyakit, tapi kita sudah menemukan hewan tidak layak dijual secara syariat Islam. Jadi, bila kita hanya mengeluarkan surat keterangan hewan tersebut layak dijual berdasakan kesehatan dan syariat Islam,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang, Sayuti kepada detiksumsel.com.

Baca Juga :   Polemik Parkir Kendaraan di Luar Garasi
Tim pengawas dari DPKP Kota Palembang banyak menemukan hewan kurban yang tidak layak jual untuk kurban.

Sayuti menyebutkan, pihaknya terus menurunkan tim dalam memantau kesehatan hewan yang dijual pedagang. “Ada 52 tim yang diterjukan secara bersama, baik dengan dokter hewan dan dinas provinsi,” jelas Sayuti.

“Sampai dengan kemarin, ada 100 titik pedagang yang terpantau di Kota Palembang, dengan jumlah Sapi 4.500 ekor dan Kambing  1.500 ekor, tapi kami prediksi jumlah kambing akan semakin bertambah mendekati hari H Idul Adha,” sambungnya.

Selain pemeriksaan diungkapkannya, tim juga melakukan pemeriksaan kelayakan syarat, hewan tersebut layak untuk kurban.

“Kita juga melakukan pemeriksaan kelayakan sesuai dengan syariat Islam, untuk sapi usia diatas 2 tahun, kambing 1 tahun, dengan jumlah gigi permanen dua,” jelasnya.

Baca Juga :   Lubuklinggau Kebagian Rp 8,927 Miliar

Ke depan lanjutnya, setelah berkoordinasi dengan MUI Sumatera Selatan, para pedagang sapi dan kambing akan dilakukan sertifikasi.

Tim dokter saat mengecek hewan kurban yang dijual di Kota Palembang.

Terkait perizinan penjualan dikatakannya, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan tidak mengeluarkan izin, yang mengeluarkan izin pihak Kelurahan. “Karena tidak ada laporan dari pihak Kelurahan, jadi kita keliling di 18 Kecamatan,” tuturnya.

Rata – rata sapi dijual ini berasal dari luar Palembang, karena di Palembang sendiri tak memiliki tempat untuk beternak sapi.

“Kebanyakan yang dijual sapi asal Lampung, NTB dan NTT, tapi kami bisa pastikan pasokan sapi bisa terpenuhi untuk kurban nanti,” pungkasnya. (Pen/Wir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here