Detik
Plt Bupati Muara Enim H Juarsa SH saat bersaksi di Sidang OTT PUPR Muara Enim Di PN Klas 1 A khusus Tipikor Palembang, Selasa (20/10) Detik Sumsel.com, Putra
Plt Bupati Muara Enim H Juarsa SH saat bersaksi di Sidang OTT PUPR Muara Enim Di PN Klas 1 A khusus Tipikor Palembang, Selasa (20/10) Detik Sumsel.com, Putra

Bantah Terima Fee, Plt Bupati Muara Enim Mengaku Difitnah

Palembang, Detik Sumsel,- Setelah namanya disebut beberapa saksi dipersidangan lalu,  Plt Bupati Mauara Enim H Juarsa SH Akhirnya bersaksi pada persidangan kasus OTT KPK atas dugaan suap 16 paket proyek dengan dua terdakwa ketua DPRD Muara Enim Aris HB dan pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas PUPR Ramlan Suryadi yang digelar pada PN Klas 1 A Khusus Palembang, Selasa (20/10).

Saat didengarkan keterangannya oleh JPU KPK Rikhi BM SH MH, dihadapan majelis Hakim diketuai Erma Suharti, SH. MH, Juarsah, mengaku saat kampanye dirinya memang sempat menyuarakan akan menyelesaikan perbaikan jalan di Kabupaten Muara Enim yang harus tuntas dalam kurun  2 tahun.

” Namun Setelah dilantik saya tidak mengurusi urusan itu (Jalan.Red), saya hanya mewakili Bupati saja saat kampanye, saya mewakili Bupati ketika berhalangan, dan itu memang termasuk dalam program,” ujar Juarsah dihadapan majelis hakim.

Namun ketika disinggung soal program pengerjaan jalan oleh JPU KPK, Juarsah mengaku tidak pernah ikut dalam program pengerjaan jalan apapun.

Baca Juga :   Otak Pelaku Begal Yang Menewaskan Deni Setiawan Ditangkap, Ternyata Ini Motifnya

” Mengenai penganggaran proyek jalan saya tidak ikut sama sekali, pembahasannya juga tidak ikut. Terkait 16 paket saya tidak tau sama sekali, dengan Robi tidak kenal, baru kenal waktu sidang, denga Elvin saya tau, itu orang PU tapi tidak tau jabatannya apa di PU,” ujarnya kepada JPU KPK.

Lanjut ditanya kenal dengan terdakwa Aries HB, Juarsah, mengaku kenal ketika dirinya sudah dilantik. Namun, terkait proyek dia mengatakan tidak pernah diajak bicara oleh Aries HB. Dia juga menjelaskan, bahwa tidak pernah bertemu dengan Elvin, kecuali saat setelah dirinya dilantik.

Sedangkan terkait proposal masjid saya selalu lempar ke semua teman teman termasuk Elvin untuk bisa berkontribusi membantu membangun masjid.

Saat JPU KPK menanyakan mengenai apakah dirinya pernah menerimah sejumlah uang dari 16 paket proyek di Muara Enim, Juarsa menjawab hal itu adalah fitnah.

“Saya tidak pernah menerima pak, mau 3 miliar, 2 miliar, 1 miliar tidak perna saya menerima uang itu. Semua itu fitnah, bisa saja saya melapor, tapi belum saya laporkan,” bantah Juarsah dalam persidangan.

Baca Juga :   Pertahankan Sumsel Zero Konflik

Selain Juarsah jaksa KPK juga menghadirkan 4 saksi lainnya yakni satu saksi sekretaris Dewan, dua orang dari Bapeda, serta terpidana Ahmad Yani.

Diketahui Plt Bupati Muaraenim Juarsah dimintai keterangannya oleh JPU lantaran dalam persidangan sebelumnya, ketiga terpidana masing-masing Robi, Elvin, dan Ahmad Yani, serta saksi-saksi dalam perkara ini ada yang memberikan keterangan, bahwa ada uang yang diberikan terkait fee proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim tahun anggaran (t.a) 2019 kepada Juarsah, yang kala itu menjabat Wakil Bupati Muaraenim.

Kasus ini sendiri adalah pengembangan dari Proses Peradilan atas Bupati muaraenim Ahmad Yani dan terpidana lainnya yang lebih dulu diadili atas suap sebesar USD35.000 (tiga puluh lima ribu dollar Amerika Serikat)dan dalam bentuk Rupiah sejumlah total Rp22.001.000.000,00 (dua puluh dua miliar satu juta rupiah atas 16 pengerjaan Proyek di dinas PUPR Muara Enim.(vot)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Poetra

Avatar

Check Also

Aniaya Bocah, Oknum Jaksa di Lahat Dipolisikan

Lahat, Detik Sumsel – Salah satu oknum anggota Kejaksaan Negeri Lahat kembali berulah. Kali ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *