Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Bandar Sabu Ini Terima Gadaian Senpi, Hingga Solar Bisa Ditukar Sabu

Bandar Sabu Ini Terima Gadaian Senpi, Hingga Solar Bisa Ditukar Sabu

Tanggal : Pukul :
531
0
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thabroni menunjukkan barang bukti sabu milik tersangka Charman yang ditangkap dikawasan pesisir Sungai Musi

Palembang, Detik Sumsel — Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Sumsel meringkus Charman bandar sabu dikawasan pesisir perairan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.

Warga desa Penanginan kecamatan Rantau Bayur kabupaten Banyuasin ini diringkus salah satu rumah rakit, Kecamatan Rantau Bayur Kamis (19/09) sekitar pukul 09.00 WIB sedang menunggu pelanggannya.

Dari penangkapan tersebut polisi menemukan barang bukti 12 paket besar sabu sabu, uang 16 juta diduga hasil penjualan, alat hisab sabu, beberapa bal plastik kosong bungkus sabu serta tiga pucuk Senpira jenis revolver hasil modifikasi dan tiga puluh butir amunisinya.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Imam Thabroni mengatakan tersangka Charman merupakan bandar sabu khususnya dikawasan pesisir sungai Musi. Selain itu tersangka juga memiliki Senpira yang digunakan untuk mengancam warga disekitar sehingga warga menjadi resah. Tersangka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima anggota.

“Sabu sabu yang diamankan dari tersangka dibelinya di Palembang. Satu paketnya di beli 5 juta, lalu akan dijualnya kembali seharga 7 juta diwilayah perairan tempat tinggalnya,”katanya dalam pres rilis di Mako Polairud Polda Sumsel Jumat (20/9).

Ia menambahkan, saat penangkapan ada tiga orang yang diamankan termasuk tersangka Charman, namun karena tidak cukup bukti dua orang tersebut hanya dijadikan sebagai saksi.

“Selain dipasarkan diwilayah perairan, tersangka juga memasarkan barang haramnya dikawasan daratan ditempat tinggalnya,”bebernya.

Sementara itu, tersangka Charman mengaku sudah sekitar dua tahun jual beli sabu di desanya. Sabu yang didapat nya dari bandar besar yang diantar langsung setelah dipesan lewat HP.

“Begitu juga pembeli mereka yang datang ke rumah termasuk anak buah kapal nelayan dan warga sekitar. Kalau yang tidak ada uang ada juga yang ngadaikan senjata api untuk mendapatkan narkoba dan juga yang tukar tambah dengan minyak solar untuk kapal,”ujar Charman.

Pistol yang diamankan tersebut diakui Charman merupakan gadaikan sebagai jaminan untuk sabu, sudah dua bulan belum mereka tebus.

“Kalau sabu itu saya beli seharga Rp60┬ájuta, lalu saya pecah beberapa paket kecil kalau habis dapat lah untung Rp10 juta, itupun habis sekitar dua minggu sampai satu bulan,”terangnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here