Pemerintah Sumatera Selatan
ACT GLOBAL QURBAN
Beranda Kriminal Anak Tidak Jadi PNS, Uang Rp 55 Juta Melayang

Anak Tidak Jadi PNS, Uang Rp 55 Juta Melayang

Tanggal : Pukul :
672
0
Anak Tidak Jadi PNS, Uang Rp 55 Juta Melayang
Anak Tidak Jadi PNS, Uang Rp 55 Juta Melayang

Palembang, Detik Sumsel — Demi anaknya supaya bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Muhammad Eni (52) pun rela mengeluarkan uang sampai puluhan juta. Tapi sayangnya uang puluhan juta yang dikeluarkan Eni tidak juga bisa mewujudkan impian anaknya untuk menjadi PNS lantaran ia telah tertipu oleh sindikat penipuan CPNS.

Sadar telah tertipu, Muhammad Eni pun mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Jumat (31/1) malam. Dihadapan petugas Eni menuturkan ia mengenal pelaku Iksan dari kerabatnya , yang mana katanya bisa memasukkan anaknya menjadi PNS di rumah sakit Siti Fatimah.

Karena tergiur dengan bujuk rayu, Eni pun menemui Iksan. Saat menemui pelaku, Eni di janjikan bahwa anaknya akan bekerja di rumah sakit dengan syarat harus membayar uang sebesar Rp 55 juta.

“Uang Rp 55 juta saya serahkan ke pelaku pada Agustus 2018, katanya Oktober 2018 anak saya akan bekerja, namun setelah di tunggu tidak jadi,”ujar warga Jalan Letnan Murod Lorong Famili Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang – alang Lebar.

Lanjut Eni, pada Desember 2018 anaknya di janjikan akan bekerja. Namun tidak ada kejelasan. Lalu Mei 2019, diajak pertemuan di Bukit Besar. Disana ada sekitar 80 orang. Pertemuan tersebut layaknya seperti orang diklat. Tapi masih juga belum bekerja.

Baca Juga :   Darurat Corona, PN Palembang Tegaskan Masyarakat Jangan Tonton Sidang

“Saat itu ia beralasan akan ada pemilihan Presiden sehingga diundur. Dan pada Oktober 2019 ada pertemuan lagi tapi masih juga belum bisa bekerja alasanya berkas belum lengkap dan dari pusat ada pengunduran,” tuturnya.

Setelah dari pertemuan itu, tidak ada kabar kapan bisa bekerja. Ketika dihubungi selalu menunda dan alasanya menunggu perintah dari atasan.

” Selalu menunda dan tidak ada etikat baik dari mereka,” ungkapnya.

Korban lainnya Attiyah (23) mengaku ia di janjikan akan bekerja di RS Siti Fatimah. Karena termakan bujuk rayu, Attiyah pun menyerahkan uang sebesar Rp 35 juta.

“Saya kenal dengan Iksan diajak teman saya Rika, nah Rika ini katanya keponakan dari Iksan. Kata Rika Iksan bisa memasukan ia bekerja sebagai PNS di RS Siti Fatimah,” ujarnya.

Dikatakan Attiyah warga Sungai 2 Kecamatan Banyuasin , awalnya ia tidak percaya namun karena termakan bujuk rayu. Ia pun meminta uang kepada orang tuanya sebesar Rp 35 juta.

“Saya dan sepupu saya Prani (25) pun menyanggupi uang sebesar Rp 35 juta. Dan diajak Rika bertemu di Jalan Manunggal rumah Iksan pada Agustus 2018. Disana kami bertemu Iksan dan memberikan uang tersebut , dengan menggunakan kwitansi dan diatas matrai,” ungkapnya.

Baca Juga :   Azhari Embat TV dan Tabung Gas untuk Dipakai Sendiri

Setelah dari pemberian uang tersebut, lanjut Attiyah, tidak ada kabar lagi. Dan pada tahun 2019 , mereka di hubungi dan akan mengikuti Diklat di jakabaring.

” Ada orang tiga yang datang ke tempat diklat Iksan , Martin dan Mona sebagai orang dari Kemenkes RI. Disana kami di beri materi. Setelah dari situ tidak ada kabar lagi kapan kami bisa bekerja dirumah sakit ,” kata lulusan Kebidanan di salah satu universitas Swasta di Palembang ini.

Menurut Attiyah, korban penipuan Iksan CS ini tidak hanya satu atau dua orang tapi ada 86 orang. Dimana 86 orang ini dibagi tiga kelompok. “Kalau ada pertemuan selalu bilangnya nanti . Dan Bapak Iksan itu tidak pernah menghilang selalu bisa di hubungi tapi alasannya diundur,” tuturnya.

Sementara itu , Kabid Humas Polda Sumsel membenarkan adanya laporan peniouan CPNS. ” Laporan sudah diterima dan akan segera ditindak lanjuti,” katanya.(oji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here