Youtube Channel
BPOM Palembang saat mengumumkan hasil penindakan kosmetik ilegal dan kadaluarsa di Sumsel beberapa waktu lalu.

Amankan Kosmetik Kadaluarsa dan Ilegal Hingga Rp285 Juta

Lipsus, Detik Sumsel- Sepanjang tahun 2018, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang telah melakukan penertiban peredaran kosmetik ilegal dan berbahaya diantaranya di pasar 16 Ilir, lapak-lapak kosmetik di mall-mall yang ada di kota Palembang, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKI, Kabupaten OKU, dan Kabupaten Banyuasin.

Tercatat, dari hasil temuan dan penertiban BPOM Kota Palembang tersebut berhasil menemukan kosmetik tanpa izin edar sebanyak 17.632 pcs dengan total harga Rp241.928.550 juta, kosmetik kadaluarsa 235 pcs dengan total harga Rp43.325.000 juta.

Baca Juga :   Polsek Kemuning Ringkus Kawanan Perampok Modus Umpankan Perempuan

“Kami sudah dua kali melakukan penertiban sepanjang tahun 2018 ini yakni di bulan Juli dan Desember, guna melindungi masyarakat dari penggunaan kosmetik berbahaya dan menyebabkan kerugian ekonomi nasional,” tegas Kepala BPOM Kota Palembang, Hardaningsih kepada Detik Sumsel.

Dikatakan, dari hasil penertiban tersebut jelas melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Dengan tegas undang-undang mengatur di pasal 197 setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tidak memiliki izin akan di pidana penjara paling lama 15 tahun dan dengan Rp1,5 Miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :   Selisih Satu Suara, Netanyahu Menang Pemilu

Ia mengajak, kepada seluruh pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang digunakan, kalau ada yang mencurigakan terhadap peredaran kosmetik ilegal bisa dilaporkan call center HALOBPOM 1500533 dan sms ke 081219999533,” pungkasnya. (tet)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Deby

Avatar

Check Also

Pelaku Curanmor Terus Hantui Warga Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) di kota Palembang tidak pernah berhenti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *