Iklan Detik Sumsel

Aksi Damai di Pemprov Sumsel, Ini Enam Tuntutan Forum Insan Olahraga Sumsel

0
64
Puluhan atlet melakukan aksi damai di Pemprov Sumsel terkait penggembokan yang dilakukan PT. JSC terhadap venue.

Palembang, Detik Sumsel-Buntut diberlakukan autogate oleh PT Jakabaring Sport City (JSC), puluhan atlet Sumatera Selatan yang mengatasnamakan Forum Insan Olahraga Sumsel, Rabu (16/1) kendatangi langsung kantor gubernur Sumsel.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasinya kepada gubernur Herman Deru, agar atlet yang ingin melakukan latihan di Jakabaring dibebaskan dari sistem autogate serta dibuka kembali tempat latihanya dari penggembokan yang dilakukan PT JSC, sehingga bisa kembali melakukan latihan.

Atlet dari berbagai cabang olahraga meminta gubernur Sumsel turun tangan dan menyudahi aksi penggembokan venue oleh PT. JSC.

Koordinator Forum Insan Olahraga Sumsel Suparman Romans mengatakan, ada beberapa hal yang membuat atlet bergejolak, karena mereka merasa proses latihan di JSC terganggu, akibat diberlakukan sistem autogate. Oleh sebab itu pihaknya melakukan aksi damai dengan menemui gubernur agar permasalahan yang ditimbulkan tidak berlarut-larut.

“Ya, sedikitnya ada enam tuntutan kita kepada gubernur agar masalah ini dapat diatasi. Salah satunya, meyesalkan sikap PT JSC yang menggembok venue tempat biasa para atlet latihan,” katanya, disela-sela mendarangi kantor gubernur, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan, beberapa sikap yang harus segera dituntaskan tersebut yakni, melakukan protes keras atas tindakan pengembokan yang dilakukan oleh pihak PT JSC,  tanpa mempertimbangkan kepentingan atlet Sumsel yang selama ini menggunakan fasilitas dan sarana venue di JSC.

Untuk kepentingan peningkatan prestasi olahraga Sumsel yang dapat menyebabkan jebloknya  prestasi atlet di tingkat nasional. Kedua, memprotes keras pihak JSC yang telah mencampur adukan antara kepentingan bisnis dengan kepentingan pembinaan atlet.

“Karena alasan penggembokan adalah hutang dari KONI Sumsel yang belum di bayar senilai 1 miliyar. Ketiga, meminta klarifikasi dari KONI Sumsel atas informasi hutang kepada pihak JSC,”pintanya.

Padahal menurut dia, KONI Sumsel telah mengembalikan dana bantuan operasional ke Pemprov Sumsel sebesar Rp 6 milyar yang tidak terpakai.

Keempat, meminta pertanggung jawaban KONI Sumsel atas pengelola dana bantuan Pemprov Sumsel tahun 2018 kurang mengakomodir program dan kegiatan cabor.

“Tetapi kenyataannya ada sisa anggaran yang tidak terpakai,”lanjutnya.

Kelima, pihaknya juga menuntut hak yang hilang dengan pengambilalihan pengelolaan gedung PSCC yang dulunya menjadi sumber pencetakan atlet yang berprestasi dan saat ini hanya diperuntukan untuk kepentingan bisnis pengelola, bahkan lebih banyak digunakan untuk kegiatan non olahraga.

Terakhir, mendesak Pemprov Sumsel, DPRD Sumsel, KONI Sumsel, PT. JSC, PSCC dan insan olahraga yang diwakili oleh cabor-cabor untuk melakukan re-negosiasi dan komitmen terhadap penggunaan fasilitas venue. Karena tidak lagi pada kepentingan atlet dan pembinaan olahraga.

“Berdasarkan pembicaraan bersama gubernur tadi, awal Februari kita akan duduk bersama dari berbagai institusi terkait yang berkepentingan insan olahraga para pengelola dari fasilitas venue yang ada kemudian pihak pemerintah serta KONI Sumsel. Kita harapkan ada solusi yang kongkrit yang menjadi rumusan bersama,” ujarnya.(iyop)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here