Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Tersangka kasus GSS, saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Muba, Rabu (26/9).

Akhirnya, Kasus Gedung GSS Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sekayu, Detik Sumsel – Akhirnya kasus korupsi gedung serba guna Sekayu covnetion Center (SCC), memasuki babak baru, empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi bakal menjalani persidangan. Berkas perkara tersangka Januarizkhan, Harissandy, dan Ardiansyah (rekanan), serta Dedi Adrian (Oknum ASN Muba) telah dinyatakan lengkap.

“Ya, kita telah menerima perlimpahan Berkas, serta sudah lengkap, selain itu juga dilakuka pelimpahan barang bukti dan para tersangkanya oleh penyidik Polres Muba ke kita,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Muba, Maskur SH, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Krisnandar SH, Rabu (26/9)

Dikatakannya berkas yang diterima, segera di kirim ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang, agar dapat segera di daftarkan guna menjalani sidang perdana. “Secepatnya kita limpahkan, maksimal 20 hari setelah penyerahan (Barang bukti dan tersangka),” ujarnya

Menurut Krisnandar, keempatnya telah melangar Pasal Primer yakni Pasal 2 Jo Pasal 18 UU RI No 20 tahun 2001 Jo UU RI No 31 tahun 2004 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 20 tahun 2001 Jo UU RI No 31 tahun 2004 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Baca Juga :   Pertama di Luar Jakarta, RSMH Pasang Alat Pacu Jantung Tanpa Kabel

“Lebih Subsider Pasal 9 UU RI No 20 tahun 2001 Jo UU RI No 31 tahun 2004 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kerugian negara yang timbul akibat adanya dugaan tindak pidana korupsi yakni sebesar Rp 3.286.830.679,39. Dimana kerugian terjadi saat nilai kontrak sebesar Rp 29.792.300.000. “Itu terjadi pada tahun anggaran 2015,” terangnya

Sementara itu, kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kasat Reskrim AKP Kemas MS Arifin membenarkan bahwa pihaknya telah melimpahkan berkas kasus Gedung SCC.

Baca Juga :   Nyambi Jual Narkoba, Satpam Bank BRI Ditangkap

“Kita sudah limpahkan ke pihak kejaksaan untuk ditindak lanjuti, dan berkasnya sudah lengkap, “ujar Kemas.
Menurut Kemas, bahwa kasus gedung SCC ini tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

“Ya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, kita lihat dulu fakta persidangan nanti, ” ungkap kemas

Seperti dikerahui gedung termahal di Kabupaten Muba tersebut mulai dibangun pada 2013 lalu dengan anggaran sebesar Rp8.925.000.000 yang bersumber dari APBD. Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2014 dengan anggaran sebesar Rp19.636.170.000.

Pada tahun 2015, pembangunan gedung kembali dianggarkan, kali ini dengan anggaran yang lebih fantastis yakni sebear Rp29.792.300.000 juga berasal dari APBD. Penganggaran berlanjut pada 2016 sebesar Rp5.030.000.000. (edy)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Cerita Piluh Ojek Online Ditengah Pandemi Covid 19

Kisah Piluh Ojek Online Ditengah Pandemi Covid 19 — Pandemi Covid 19 yang mewabah diseluruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *