Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kriminal Ajak Suami, Evita Peras Teman Kencan Usai Berhubungan Badan

Ajak Suami, Evita Peras Teman Kencan Usai Berhubungan Badan

Tanggal : Pukul :
320
0
Ajak Suami, Evita Peras Teman Kencan Usai Berhubungan Badan
Tiga pelaku pemerasan yang diamankan Polsek Ilir Timur I Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Evita Van Bone alias Martini (35) wanita yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) bersama suaminya M Agus alias Untung nekat melakukan pemerasan yang korbannya Jap Hun Tjie temannya kencan sendiri usai melakukan hubungan badan disalah satu hotel di Jalan Segaran, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.

Bahkan selain suaminya Martini juga mengajak tersangka Bayu teman suaminya untuk melancarkan aksi pemerasan temannya kencannya.

Akibat aksi pemerasan yang mereka lakukan ketiga pelaku Evita Van Bone alias Martini, M Agus alias Untung dan Bayu Hanggara Saputra diringkus anggota Reskrim Polsek Ilir Timur I setelah korbannya melapor.

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Reskrim Iptu Alkap menuturkan pelaku pemerasan yang diringkus berjumlah tiga pelaku salah satu pelakunya perempuan sekaligus otak dari aksi pemerasan yang korbannya tidak lain teman kencan tersangka perempuan Evita yang berprofesi sebagai PSK.

Baca Juga :   Dihina dan Difitnah dalam Memori PK, Komisioner Komisi Informasi Sumsel Lapor Polisi

“Modus pemerasan yang dilakukan tersangka Evita dengan menjebak korbannya temannya kencannya sendiri didalam kamar hotel setelah keduanya melakukan hubungan badan,”kata Edi Rahmat saat pres rilis tersangka dan barang bukti di Mapolsek Ilir Timur I Kamis (27/2).

Lanjut Edi, saat tersangka Evita dan korban berada didalam kamar hotel dan selesai melakukan hubungan badan tersangka Evita menelepon Agus suaminya untuk menyusul kekamar hotel. Lalu Agus datang bersama Bayu untuk melakukan penggerebekan.

“Korban yang berada didalam kamar dalam keadaan bugil di foto oleh tersangka Agus karena dituduh telah berselingkuh dengan istrinya dan mengancam akan menyebar foto foto tersangka jika tidak menuruti permintaan tersangka,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Edi, tersangka meminta korban untuk memberikan uang 50 juta, namun korban tidak sanggup. Sehingga tersangka meminta korban menyerahkan dua cincin yang dipakai korban, dan handphonenya.

Baca Juga :   DPO Curat Dihadiahi Timah Panas

“Tidak hanya mengambil cincin dan handphone korban pelaku juga menguras uang sebesar Rp 3 juta yang ada didalam ATM korban setelah pelaku meminta nomor pin ATM korban,”bebernya.

Sementara itu, tersangka Evita mengaku sudah mengenal korbannya karena sudah sering dikencani korban. Ide untuk melakukan pemerasan merupakan inisiatifnya sendiri karena perlu uang untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya kenal sama dia (korban) karena sering dia mengencani saya. Satu kali kencan saya dibayar Rp 300 ribu. Ide untuk memeras korban itu inisiatif saya. Saya mengajak suami untuk menjebak korban. Uang hasil memeras korban sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari,”kata Evita.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here