Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Ngodain (Ngobrol Damai Indonesia) Milenial Oleh GMART di Kedai Demang 8, Kota Palembang, Minggu (24/11)

Ajak Millenial Antisipasi Ancaman Radikalisme

Palembang, Detik Sumsel– Bahaya radikalisme dan terorisme mengincar semua kalangan tidak terkecuali kaum millenial. Untuk itu, perlu langkah strategis agar generasi penerus bangsa ini tidak terpapar ancaman pemikiran radikal dan gerakan terorisme.

“Betapa bahayanya radikalisme dan terorisme,” kata Ardi Pratama ketua umum Gerakan Mahasiswa Anti Radikalisme dan Terorisme (GMART) Sumsel usai Ngodain (Ngobrol Damai Indonesia) Milenial di Kedai Demang 8, Kota Palembang, Minggu (24/11).

Ardi menjelaskan Ngodain ini merupakan program dari GMART dalam hal memberikan informasi tentang bahayanya radikalisme dan terorisme, sekaligus memperingati Milad satu tahun dari GMART.

Baca Juga :   Belum Tuntas, 2.347 Siswa SMA di Sumsel Ikut Ujian Perbaikan

“Target kami memberikan informasi serta pemahaman kepada generasi penerus bangsaakan bahaya dari radikalisme dan terorisme,” paparnya.

Hadir dalam diskusi yang mengangkat tema Indonesia Damai Indonesia Pancasila: Peran generasi muda dalam mengantisipasi radikalisme tersebut, Dr Periansya (Ketua FKPT Sumsel), Kombes Pol Drs. Budi Sajidin, M.Si (Dir Intelkam Polda Sumsel), dan AKBP Marzuki M.Si (Kasubdit 4 Keamanan Negara Polda Sumsel).

“Permasalahan radikalisme dan terorisme ini tidak hanya bisa diselesaikan oleh pihak kepolisian, TNI, dan aparatur negara lainnya. Tanpa adanya bantuan pengawasan juga dari masyarakat dan generasi muda. Apabila terdapat suatu aktivitas yang mencurigakan atau menyimpang dari suatu kelompok, cepat cari informasi tersebut dan laporkan kepada pihak kepolisian,” terang Kombes Pol Drs Budi Sajidin M.Si.

Baca Juga :   Hari Pendidikan, Empat Desa Pinggiran Jadi Sasaran Program KMHDI Mengajar

Sementara itu, Ketua FKPT Sumsel Dr. Periansya menjelaskan jika radikal mengarah ke hal positif seperti radikal dalam belajar, itu tidak terlalu masalah.

“Namun jika sudah mengarah ke intoleransi ataupun anti pancasila itu sepakat untuk kita berantas karena bisa mengganggu dan memecah belah negara Indonesia,” pungkasnya. (Red)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Red

Avatar

Check Also

2.706 Cama UIN Raden Fatah Rebut Kursi USM

Palembang, Detik Sumsel- Sebanyak 2.706 calon mahasiswa (Cama) jalur Ujian Saringan Mandiri (USM) Universitas Islam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *