Pemprov
Gelandang serang Sriwijaya FC Hambali mencoba menghalau pergerakan penyerang Persija Marco Simic. (Istimewa)

Adu Kreasi dengan Idola, Hambali Sempat Grogi

Palembang, Detik Sumsel-Pelatih Sriwijaya FC Alfredo Vera kembali melakukan rotasi dan memberikan kesempatan kepada pemain muda dari skuat U-19, untuk menempati posisi di tim inti pada pertandingan melawan Persija Jakarta, Sabtu (24/11) sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dengan memainkan Hambali Tolib sejak menit awal.

Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh pemain jebolan Diklat Ragunan ini. Sepanjang pertandingan, Hambali mampu menjadi pengatur serangan di lini tengah dan sebuah kreasi yang dihasilkannya berbuah gol pertama SFC yang dicetak oleh Manuchehr Jalilov di pertengahan babak pertama.

Meskipun diakuinya, dia sempat grogi karena harus beradu langsung dengan salah satu pemain favoritnya yakni Renan Silva, pengatur serangan tim Macan Kemayoran.

“Semua anak pasti suka Lionel Messi, namun untuk di Indonesia penampilan Renan Silva bagi saya sangat baik dan kemarin saya senang bisa mendapat kesempatan bertanding bersama dia di lapangan, awalnya sempart grogi namun hanya sebentar, setelah bertanding saya pun sempat berbincang sebentar dengannya, kemarin dia juga memberikan komentar dukungan di akun IG saya,” ucapnya saat dihubungi Senin (26/11) pagi.

Baca Juga :   Foto : Siswa Tembus Kabut Asap di Perairan

Pemain kelahiran 20 Juni 2000 ini mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan menjalani laga penting di Liga sepakbola tertinggi di Indonesia bersama SFC. “Ini pengalaman yang sangat berharga, saya bersyukur atas nikmat dari Allah SWT. Terima kasih juga untuk coach yang sudah percaya kepada saya dan kedepannya jika diberi kepercayaan lagi bisa memberikan yang terbaik guna membantu SFC,” ujarnya.

Usai pertandingan, pemilik kaki kidal ini sendiri tidak mampu menahan emosi dan tangisannya tumpah di pinggir lapangan. Pelatih Alfredo Vera, kapten tim Yu Hyun Koo dan ayahnya Endang Sutisna pun menghampirinya guna menghibur serta menguatkan mentalnya.

“Kemarin sedih sekali, karena ini pertandingan sangat penting buat tim, momen berharga sekaligus emosional karena pertama kali ditonton oleh keluarga besar. Tapi apa yang saya harapkan tidak tercapai dan itu membuat sedih, apalagi seluruh tim sudah bermain sangat baik selama 90 menit, namun semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, kita harus bisa menerimanya,” jelasnya.

Baca Juga :   Maju Pesat, Lima Persoalan Ini Masih Hantui Palembang

Hambali sendiri juga menyebut perbedaan bermain di level U-19 dengan senior juga sangatlah besar. “Tapi yang paling terlihat adalah tekanan dan mental. Kalau di level U-19 tidak terlalu tertekan karena semuanya seumuran, sementara di senior banyak faktor yang mempengaruhi, seperti suporter lawan salah satunya,” bebernya.

Namun Hambali menegaskan cukup terbantu dengan banyaknya pemain senior di skuad SFC yang disebutnya membantu proses adaptasi selama ini. “Tidak hanya membantu, mereka juga menjadi motivasi dan saya senang bisa bermain bersama mereka,” tambahnya. (iyop)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Iyop DS

Avatar

Check Also

Kepergok Saat Beraksi, Pencuri Kotak Amal Ditangkap Warga

Palembang, Detik Sumsel — Polsek Sukarami kembali mengamankan pelaku pencurian kotak amal di masjid Istiqomah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *