Beranda Daerah 80% Pengrajin Kayu di Daerah Masih Minim Pengetahuan Interior HPL

80% Pengrajin Kayu di Daerah Masih Minim Pengetahuan Interior HPL

Tanggal : Pukul :
173
0
Suasana workshop yang digelar Taco dan Hobi Kayu Sriwijaya. (istimewa)

#Hobi Kayu Sriwijaya dan Taco Gelar Workshop.

Baturaja, Detik Sumsel-Hampir setiap daerah yang digelar workshop dasar HPL, hanya 20% pengrajin kayu solid sudah beralih ke bahan High Pressure Laminate (HPL) Taco sisanya masih bertahan menggunakan kayu solid.

Ujang Kurniawan selaku Regional Sales Manager Sumatera PT Tangkas Cipta Optima mengatakan, 80% pengrajin kayu solid di tiga daerah yakni Prabumulih, Baturaja dan Pagaralam masih ketinggalan dalam pengerjaan furniture interior HPL Taco.

Hal tersebut lantaran masih minimnya pengetahuan pengrajin kayu solid terhadap HPL Taco juga sulitnya mendapatkan bahan interior HPL Taco di daerah.

Padahal, permintaan akan furniture interior HPL di daerah cukup tinggi hal tersebut terlihat dari pengiriman HPL ke kabupaten dan kota di Sumatera Selatan tiap bulan mencapai angka ribuan keping HPL perbulannya.

Selain itu, hampir di tiap daerah ada Toko yang menjual HPL TACO. Mirisnya lagi, pengrajin kayu yang mengerjakan furniture interior HPL rata-rata berasal dari luar daerah tersebut.

“Dari ketiga daerah yang kita adakan workshop HPL ini, hanya 20 persen pengrajin kayu solid yang sudah beralih ke Bahan HPL, sisanya masih bertahan di kayu solid,” ujarnya, Jum’at (19/7).

Lanjutnya, para pengrajin kayu solid beranggapan furniture interior HPL itu mahal dan sulit dalam pengerjaannya. Padahal dari sisi pengerjaan HPL lebih mudah ketimbang kayu solid.

Tahapan pengerjaan HPL lebih ringkas ketimbang kayu solid, jika kayu memerlukan waktu relatif lama mulai dari pengeringan kayu, penyerutan, pemotongan, penyambungan, pengamplasan hingga pengecatan memerlukan waktu minimal 14 hari untuk pengerjaan satu buah lemari.

“Nah kalau HPL, kita hanya beberapa tahapan yakni memotong, mengelem, perakitan dan finishing, dari sisi modal cenderung relatif sama bahkan bisa lebih murah ketimbang modal furniture kayu solid” ujarnya

Selain itu pengerajin kayu solid masih beranggapan kesulitan dalam mencari bahan HPL di daerah mereka. Padahal, pihaknya telah berkerjasama dengan beberapa toko di daerah untuk memenuhi kebutuhan akan interior HPL.

“Pengerajin kayu solid ini masih beranggapan, untuk membeli HPL harus ke Palembang. Sehingga harus mengeluarkan ongkos lebih untuk pengiriman. Oleh karena itulah, kita adakan workshop ini. Selain memberikan pengetahuan teknik pengerjaan interior berbahan HPL, juga ada toko yang telah berkerjasama untuk menjual bahan HPL dengan harga sama di kota Palembang ” tuturnya.

Road show berlangsung dari tanggal 15-19 Juli 2019 dimulai dari kota Prabumulih, Pagaralam dan berakhir di Baturaja ini dihadiri 40 pengerajin kayu solid ini.

Dipilihnya ketiga daerah tersebut lantaran baik masyarakat maupun pemerintah telah menggunakan furniture interior HPL.

Pihaknya menyayangkan pengerajin yang mengerjakan beberapa pekerjaan interior bukan pengerajin lokal, padahal mereka memiliki kemampuan tak kalah dengan pengerajin dari luar.

“Target kita, para pengerajin kayu di daerah ini memiliki kemahiran dalam membuat furniture interior HPL sehingga mereka tak kalah bersaing dengan pengerajin dari luar,” harapnya.

Juliansyah selaku Area Sales Manager Sumbagsel memaparkan, dalam road show ini pihaknya mengandeng komunitas Hobi Kayu Sriwijaya.

Mereka tidak hanya diperkenalkan produk HPL, tetapi juga diberikan pelatihan bagaimana mengaplikasikannya. Mulai dari cara pengeleman, pemotongan, hingga pemasangan Edging dibimbing langsung dari komunitas hobi kayu Sriwijaya.

“Kami melihat komunitas ini memiliki visi misi yang sama dengan kami, yakni meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat, dengan adanya pelatihan ini miniman para pengerajin kayu ini mengetahui dasar dari pengerjaan meubel HPL,”tambahnya.

Lanjutnya, saat ini permintaan furniture minimalis sangat tinggi lantaran minat masyarakat yang dulu menggunakan kayu solid sekarang mulai beralih ke bahan HPL. Selain itu juga didukung dari jenis HPL beraneka ragam mulai dari warna, colak dan motif HPL.

“Harapan kita para pengerajin kayu ini jangan sampai ketinggalan, karena zaman semakin maju sehingga menuntut mereka harus lebih kreatif dan mahir lagi dalam membuat suatu produk” tuturnya.

“Kita tidak hanya workshop ini saja, kedepannya kita akan mengajak pengerajin kayu solid untuk membuat suatu furniture interior selama satu hari full tentunya dengan pendamping yang berpengalaman dari komunitas hobi kayu Sriwijaya” ungkapnya.

Beni selaku anggota hobi kayu Sriwijaya menambahkan, para pengerajin kayu di daerah sudah mengenal HPL tapi mereka masih minim pengetahuan bagaimana cara mengaplikasinya sehingga menjadi produk furniture.

“Umumnya mereka tahu tapi belum pernah melihat secara langsung bagaimana cara memotong dan mengelem, oleh karena kita hadir disini untuk berbagi ilmu dan sharing pengalaman bagaimana pengaplikasian HPL”ujarnya.

Sementara itu, Dadang salah satu pengerajin kayu di Baturaja mengatakan banyak calon konsumen yang mendatangi workshopnya untuk membuat furniture interior HPL, namun dirinya harus kehilangan orderan lantaran ketidaktahuan dirinya terhadap pengaplikasian HPL serta jauhnya membeli produk HPL Taco.

” Kalau lihat dari kerjanya sangat praktis, pilihan warna y juga, apalagi sekarang kita sudah tahu ada toko yang jual HPL Taco disini,” tutupnya.(iyop)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here