Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi 6.900 Uang Palsu Dimusnahkan Bank Indonesia

6.900 Uang Palsu Dimusnahkan Bank Indonesia

Tanggal : Pukul :
110
0
Kepala Perwakilan Indonesia Propinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari, yang didampingin Wadir Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Dewa Nyoman, Kejaksaan, BIM , PN disela- sela kegiatan pemusnahan uang palsu di BI, (M.Tohir /detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Bank Indonesia bersama pihak kepolisian melakukan pemushanan 6.900 uang rupiah yang diragukan keasliannya.

Dari total 6.900 pecahan uang palsu hasil dari setoran perbankkan dan yang diterima diloket bank Indonesia sejak 2017 lalu, pecahan Rp100 ribu paling banyak ditemukan.

“Untuk pecahan 100 ribu mencapai 3.662 lembar, pecahan 50 ribu sebanyak 2.719 lembar, pecahan 20 ribu sebanyak 412 lembar dan pecahan 10 ribu 82 lembar serta 5 ribu 25 lembar,”ungkap Kepala Perwakilan Indonesia Propinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari, didampingin Wadir Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Dewa Nyoman disela- sela kegiatan pemusnahan uang palsu di BI, Rabu (09/10).

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah uang palsu yang masuk keperbankkan jauh lebih banyak lagi dari yang total yang akan dimusnahkan saat ini. Karena sampai saat oni masih banyak perbankkan yang tidak melaporkan temuan uang palsu ke Bank Indonesia.

Ia meminta pihak perbankkan untuk aktif melakukan pelaporan. Karna daro total 50 bank yang ada di Sumsel, hanya 10 bank yang aktif yang melaporkan adanya temua  uang palsu, sedangkan 40 perbankkan lainya tidak pernah melapor sama sekali.

“Kita menghimbau pihak perbankkan yang lain untuk melapor ke Bank Indonesia bila ditemukan uang palsu, jangan diatasi sendiri dengan langsung memusnakan uang tersebut, karena yang berhak memusnakan hanya Bank Indonesia,”ucapnya.

Laporan langsung sebagai bentuk dukungan untuk menghilangkan peredaran uang palsu. “Tapi ini justu ada satu bank terbesar yang memiliki nasabah banyak juatru tidak melapor adanya temuan uang palsu.”katanya

Ia juga meminta agar masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan laporan bila ditemukan uang palsu dengan menyerahkanya ke BI untuk dimusnahkan.

Yunita menambahkan, untuk melakukan pemusnahan uang palsu harus melalui proses terlebih dahulu, dikumpulkan dahulu lalu dikirim ke jakarta, setelah ada penetapan dari pengadilan negeri (PN) uang palsu tersebut baru bisa dimusnakan.

Sedangkan Wadir Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Dewa Nyoman mengatakan, pihaknya mengapresiaai Bank Indonesia, karena ini modus dalam peredaran uang palsu melalui setoran perbankkan.

Dari kepolisian sendiri juga ada bebepa kasus terkait peredaran uang palsu. “Saat ini beberapa kasus uang palsu masih dalam penyelidikan pihaknya. Kita akan terus melakukan pengawasan¬†terhadap peredaran uang palsu diSumsel dan akan memberikan sanksi yabg tegas bagi yang melakukan pelanggaran tersebut,”jelasnya. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here