Gran Fondo
Saat wisuda para santri binaan Kementerian Agama Sumsel, Kamis (15/11).

55 Santri Binaan Kemenag Sumsel Diwisuda

Palembang, Detik Sumsel – Sebanyak 55 Santri karantina Rumah Tahfidz Ash-Sholihon, Kamis (15/11), diwisuda Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, HM Alfajri Zabidi. Para santri yang diwisuda di Aula MAN 3 Palembang ini merupakan santri karantina angkatan pertama.

Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan apresiasinya kepada  pengelola rumah Tahfidz Ash-Sholihin yang merupakan binaan dari Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel  yang telah berhasil mewisuda para anak didiknya.

“Terima kasih bagi para rekan-rekan Kakankemenag kabupaten dan kota, serta pihak terkait yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan impian saya yaitu menjadikan Provinsi Sumsel menjadi generasi yang Qurani,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga, ia meminta stakeholder untuk terus membantu kegiatan Rumah tahfidz Al-quran Ash-Sholihin berupa tenaga, pikiran, materil supaya cita-cita dapat terwujud dengan memiliki santri yang beriman serta bermental tangguh dalam menghadapi era globalisasi.

Baca Juga :   Universitas Prasetiya Mulya Siapkan Kunci Merancang Karier Generasi Z

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri dalam membentuk karakter yang Islami, yang sesuai tuntunan Al-Quran yang dibutuhkan masyarakat, perguruan tinggi negeri maupun swasta, instansi pemerintah, BUMN dan swasta sehingga bisa mewarnai bangsa Indonesia dengan karakter yang Qurani,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Hazdi MPd, penyelenggara kegiatan rumah Tahfidz Ash-Sholihin mengatakan, awalnya santri tersebut berjumlah 57 orang, sedangkan dua orang santri mengundurkan diri, karena alasan tertentu. Sehingga di akhir kegiatan jumlah santri berjumlah 55 orang dengan menghasilkan hafalan dan setoran.

Baca Juga :   Senator HZ Setuju Rektor Asing, Ini Alasannya

“Para santri tersebut telah kita didik dan  di karantinakan selama satu bulan terhitung dari tanggal 15 Oktober sampai dengan 15 November di Asrama PSBB MAN 3 Palembang yang bernama Rumah Tahfidz Al-quran Ash-Sholihin dan waktu belajarnya pada pukul 05.00 sampai 22.30,” jelasnya.

Selama satu bulan karantina, lanjut Hazdi,  para santri tersebut mampu menghafal rata -rata sebanyak dua juz. Hal ini terbukti dari 55 santri yang diwisuda ada 40 orang santri yang berhak mendapatkan sertifikat.

“Ada 40 orang yang mendapatkan sertifikat diantaranya dari siswa dan siswi Madrsasah Aliyah (MA) sebanyak 25 orang dan 15 orang dari siswa/siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs),” pungkasnya. (Bra)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Bara Revolusioner

Avatar

Check Also

Aplikasi Tes Fisik Penting untuk Kemajuan Olahraga

Palembang, Detik Sumsel- Proses pendidikan pada satuan pendidikan berfokus pada pembelajaran pada setiap mata pelajaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *