Bersama Herman Deru dan Mawardi Yahya, Saatnya Perubahan Menuju Sumatera Selatan Yang Lebih Maju

Disangka Lakukan Penggelapan, Sopir Tanki Bebas Murni

0
336
Ruslan terdakwa kasus penggelapan saat menjalani sidang di PN klas 1A khusus Palembang, F: Poetra /Detik Sumsel.
Ruslan terdakwa kasus penggelapan saat menjalani sidang di PN klas 1A khusus Palembang, F: Poetra /Detik Sumsel.

Palembang, Detik Sumsel,- Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan Ruslan Efendi bin Ansori mengharu biru usai di Ganjar vonis bebas pada sidang di PN Klas 1A khusus Palembang, Kamis (30/8).

Ia oleh majelis hakim diketuai Karmijon SH MH dinyatakan tidak terbukti atas dakwaan yang disangkakan JPU Ita Royani SH MH dalam sidang sebelumnya, ” Berdasarkan fakta persidangan, Melepaskan terdakwa dari jerat hukum, dakwaan sebagaimana yang didakwakan. Oleh JPU primer dan subsider. Yakni pasal 374 KUHP dan 372 KUHP, ” Jelas majelis hakim.

Sebelumnya oleh JPU Ita Royani SH, terdakwa yang tidak dilakukan penahanan ini di tuntut hukuman 5 bulan penjara. Atas putusan tersebut Penasehat hukum terdakwa Advokad Eric Davistian SH menyatakan sangat mengapresiasi dan bersyukur serta puas atas pendapat hakim atas kliennya.”Yang jelas kita bersyukur, perjuangan dari tahap awal hingga saat ini menuai hasil yang baik, klien kami memang tidak bersalah sebagaimana yang diperjuangkan selama ini,” tegasnya.

Eric juga menambahkan untuk saat ini pihaknya belum mengetahui apakah akan menuntut balik pelapor atau langkah lainya,”Sebab kita masih akan bermusyawarah dahulu dengan pihak keluarga dan lainya apakah akan menuntut balik atau tidak,” terangnya.

Dalam dakwaannya  diketahui, Bahwa terdakwa pada hari Kamis tanggal 10 Agustus 2017 atau pada suatu waktu dalam Tahun 2017 sekira jam 19.00 wib , bertempat di PT. Fajar Gelora Semesta yang berada di Jalan Kol.Sulaiman Amin Kel.Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang dengan sengaja  dan melawan hukum mengaku sebagai milik sendiri barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan  orang lain.

Bermula terdakwa yang merupakan karyawan PT. Fajar Gelora Semesta (FGS) yang bertugas sebagai supir yang mempunyai tugas dan tanggung jawab apabila menerima order dari perusahaan PT.Fajar Gelora Semesta akan mengantarkan orderan tersebut ke tempat tujuan/ konsumen dengan menggunakan mobil angkutan milik perusahaan dan apabila selesai digunakan mobil angkutan yang digunakan dibawa oleh supir karena fasilitas lahan parkir di PT.FGS tidak memadai.

Atas tugas dan tanggungjawab tersebut terdakwa mendapat gaji bersih dari perusahaan sebesar Rp.4.000.000 (empat juta rupiah) serta tunjangan lain berupa Bonus Tahunan dan Tunjangan Hari Raya (THR) dan fasilitas lainnya berupa BPJS Kesehatan.

Bahwa karena tugas dan tanggung jawab tersebut terdakwa dipercayakan membawa 1 (satu) unit Mobil Tangki merek HINO warna hijau Tahun 2012 Noka:MJEFG8JLKC-25198 Nosin: JO8EUGU-34295 Nopol : BH-8158-GU STNK atas nama. FAJAR GELORA SEMESTA milik perusahaan.

Kemudian, bahwa pada tanggal 07 Agustus 2017 terdakwa mendapat tugas keluar kota namun terdakwa menolak untuk melaksanakan tugas tersebut, sehingga pihak perusahaan PT.FGS akan mengambil barang inventaris yang digunakan oleh terdakwa, namun terdakwa tidak mau menyerahkan mobil dan pada saat dilakukan mediasi oleh PT.FGS terdakwa tidak mengindahkan dan pada hari Rabu tanggal 09 Agustus 2017 sekira pukul 19.00 wib, saksi Sugeng bersama saksi Paiman mendatangi rumah terdakwa dengan maksud hendak menarik  mobil yang berada di terdakwa, namun terdakwa yang tidak memiliki hak atas mobil tersebut menolak untuk menyerahkan mobil Tangki merek HINO warna hijau Nopol BH-8158-GU kepada saksi Sugeng dan saksi Paiman dengan alasan “Saya tidak merasa menolak perintah anda, jadi saya belum bisa menyerahkan mobil.Saya hanya minta perincian dan ketentuan yang saya jalankan ditempat tujuan (dibuat),” ujar terdakwa saat itu.

Keesokan harinya Kamis tanggal 10 Agustus 2017 sekira jam 20.00 wib  saksi Sugeng bersama saksi Paiman kembali mendatangi rumah terdakwa untuk menarik mobil milik perusahaan yang berada dalam kekuasaan terdakwa, namun kembali terdakwa yang mengetahui bahwa mobil Tangki tersebut bukan miliknya menolak untuk menyerahkan mobil dengan alasan “Berhubung dalam surat Tugas ini belum ada penjelasan / Rincian pelaksanaan tugas selama anda di Jambi, jadi Surat Tugas ini belum bisa dibuat”jelas terdakwa.

Kemudian pada Hari sabtu tanggal 12 Agustus 2017 sekira pukul 15.00 wib, saksi Sugeng bersama saksi Eddy A gany we kembali mendatangi rumah terdakwa namun terdakwa kembali tidak mau menyerahkan mobil inventaris milik perusahaan tersebut.

Atas Perbuatan terdakwa, PT.FGS mengalami kerugian 1 (satu) unit mobil truk tangki merek HINO BG-8158-GU yanh ditaksir seharga Rp.260.000.000 serta  kerugian karena tidak beroperasinya mobil truk tangki tersebut selama 7 (tujuh) hari kerja diperkerjakan sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta rupiah) dan total keseluruhan yang dialami oleh PT.Fajar Gelora Semesta sebesar Rp.275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah).(vot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here