Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Istimewa

450 Unit Rumah Tak Layak Huni di OKU Bakal Dibedah

Baturaja, Detik Sumsel — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu melalui Dinas PU Perkim tahun ini kembali menganggarkan dana untuk program bedah rumah tak layak huni. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas PU Perkim Ulya Mahdi melalui Sekretaris Dinas PU Perkim H Hasan HD Selasa (22/1).

Dikatakan Hasan, ada sekitar 450 unit rumah tak layak huni yang akan dibedah pada tahun ini, jumlah tersebut terdiri dari, 100 unit rumah dianggarkan dari APBD OKU tahun 2019.

“100 rumah ini rencanannya akan diperuntukan bagi masyarakat Kelurahan Kemelak, Kecamatan Baturaja Timur,” Ujarnya.

Kemudian 250 unit rumah dianggarkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Untuk tahun ini proyeksi program ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Lengkiti. “Sifatnya stimulan,” katanya.

Baca Juga :   Disapu Banjir, Areal Persawahan Ini Jadi Aliran Sungai

Dikatakan Hasan, pertimbangan di kecamatan Lengkiti berasal dari pusat yang sudah memiliki data. Setelah selesai di Lengkiti baru pindah ke kecamatan lain. Karena sebelumnya, OKU sudah menyerahkan sebanyak 4.000 data rumah tak layak huni ke pemerintah pusat. Pusat yang memilah dan memilih daerah mana yang menjadi titik fokus program “Mereka fokus menyelesaikan satu daerah dulu,” ujarnya.

Mereka yang menerima bantuan, lanjut Hasan, sudah harus ada modal lebih dulu sebagai syarat awal, seperti pasir, koral, atap. “Jadi tidak bisa hanya seluruhnya mengandalkan dana pemerintah,”imbuhnya

Saat ini dikatakan Hasan, program masih dalam tahap pendataan rumah yang dialokasikan di Kecamatan Lengkiti. “Penyerahan berkas persyaratan dari masyarakat, dan verifikasi dilakukan tim fasilitator sebelum rumah dinyatakan layak dibedah/perbaiki,” tuturnya.

Baca Juga :   Temui Teman di Kambang Iwak, Dua Mahasiswa Kena Bacok Orang Tak Dikenal

Untuk nilai nominal bantuan disebutkan Hasan berbeda yakni sebesar Rp 17.500.000 dari sebelumnya sebesar Rp 15.000.000. Dengan rincian, Rp 15 juta untuk bantuan rumah, dan Rp 2,5 juta untuk alokasi upah.

Selain itu juga akan ada bantuan dari dana alokasi khusus (DAK) sekitar 100 rumah. “jadi total tahun ini sekitar 450 rumah” Sebutnya

Saat ini pihaknya masih berupaya menambah dan mengajukan usulan ke pemerintah pusat sebanyak 250 unit rumah. Ditambahkannya, saat ini masih pendataan. Dilihat berkas dan foto rumah. Berkas penunjang berupa surat tanah, berapa penghasilan masyarakat, KTP/KK.

“Untuk berkas diserahkan pada awal Februari 2019. Dibantu dari pusat sebanyak 6 orang tenaga fasilitator untuk memverifikasi apakah satu rumah itu layak mendapat bantuan.”pungkasnya. (fei).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Feriandi

Avatar

Check Also

Hadiri Puncak Hari Santri Nasional, HD Minta Santri Manfaatkan Teknologi

Palembang, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru meminta para santri di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *