Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Netizen “3P Obat Manjur Mahasiswa Bermasalah”

“3P Obat Manjur Mahasiswa Bermasalah”

Tanggal : Pukul :
183
0

Menghadapi mahasiswa yang mengalami krisis kepercayaan diri dan spirit, menggerakan saya untuk berbuat perubahan dalam mendidik, mengajar dan melatih, berangkat dari pengalaman menjadi staf keuangan disalah satu SKPD Pemerintah Kota Palembang, saya mencoba memformat metode belajar sendiri,suatu metode yang dahsyat dan memikat, Berikut saya ceritakan bagaimana saya mencoba memberikan effect yang berarti kepada mahasiswa.

Oleh : Noviarman, SE,M.Si,Ak Dosen Praktisi Poltek Negeri Sriwijaya

Mahasiswa yang tidak bisa atau tidak mampu hanya saja rajin atau tidak rajinlah yang akan membedakan hasil akhir mereka. “Bisa ala biasa”, jika kita membiasakan diri untuk belajar, maka tercipta kedewasaan dan budaya belajar yang baik.

Kedewasaan disini adalah salah satu cara menyentuh sisi psikologis dari para mahasiwa sehingga membiasakan belajar secara mandiri diawal sebelum perkuliahan dimulai dan memberikan pertanyaan saat pembelajaran dilaksanakan.

Saya pernah menanyakan kepada para mahasiswa, saat saya pertama menginjakan kaki di kelas, kenapa kalian memilih jurusan Akuntansi?… mengetahui tujuan para mahasiswa dan alasan meraka dalam pemilihan jurusan kuliah sangatlah penting untuk mengetahui motivasi mereka dalam hal pembelajaran.

Ketegasan dalam pembelajaran saya coba terapkan, namun dengan cara yang berbeda, cara yang membangun dan menyentuh hati, Ketegasan yang disepakati yang merupakan bentuk komitmen bersama.

Mahasiswa diharuskan hadir dikelas tepat saat pembealajaran dimulai dan tidak diperkenankan handphone yang dibawa dalam kondisi aktif, seiap pelanggaran kesepakatan terdapat sanksi dan semua kesepakatan merupakan upaya membangun kedewasaan, disiplin, pola pikir, budaya belajar dan kecerdasan emosional mahasiswa serta sebagai bentuk instropeksi diri saya terhadap penyampaian materi kepada para mahasiswa.

Baca Juga :   Mulai 4 November Bentor dan Angdes Dilarang Masuk Kampus Unsri Indralaya

Membuat suasana kelas yang dinamis dan menarik, cara penyampaian yang memukau serta penyajian tayangan dengan alat bantu yang mendukung.

Saya terkadang memberikan motivasi belajar dengan cara bercerita dan menayangkan film pendek yang menginspirasi pada saat pembelajaran dimulai.

Mulai dari contoh perjalanan hidup, semangat belajar dan kisah nyata dari orang yang sukses. Hal tersebut membuat mereka memiliki kepercayaan diri dalam berbuat sesuatu yang luar biasa.

Mengulas kembali materi yang sebelumnya, adalah salah satu cara saya menilai kepahaman mahasiswa atas penyampaian materi. Dengan memberikan gambaran umum dan asumsi-asumsi, dapat dikatakan efektif dalam membuka wawasan meraka dalam belajar.

Berupaya memberikan suatu alat pancing tanpa umpan dapat membuat mereka berkreasi dan memutar otak untuk mendapatkan ikan sehingga para mahasiswa menjadi lebih mengerti terhadap materi belajar.

Menghadapi mahasiswa yang kurang rajin dalam belajar dengan kondisi beraneka ragam seperti sekarang membuat saya memutar otak agar fleksibel menggunakan pendekatan persuasif.

Saya mencoba menerapkan strategi unik, saya menamakannya 3P, yakni Penyadaran, Pembelajaran dan Pembiasaan. Ketiganya ini akan terus mewarnai proses belajar manusia sepanjang hayatnya selama ia masih bersemangat untuk memperbaharui pengetahuannya.

Dengan menerapkan prinsip Penyadaran dalam belajar, maka setiap mahasiswa memiliki keinginan belajar secara mandiri sebelum materi disampaikan oleh tentor/dosen.

“P” selanjutnya Pembelajaran, merupakan proses pentransferan materi oleh dosen kepada
mahasiswa dengan pola memberikan motivasi yang menyentuh hati para mahasiswa sehingga kedewasan dalam belajar terbentuk dengan sendirinya.

“P” berikutnya adalah Pembiasaan, maka dengan adanya kesadaran dan kemandirian dalam belajar yang berkesinambungan akan menciptakan pembiasaan atau budaya belajar yang tidak hanya berbasiskan kecerdasan tetapi juga menciptakan budaya belajar yang berbasiskan kreativitas sehingga pola pikir yang buruk dan negatif dapat “disembuhkan” selama ada kemauan yang keras dan keteguhan untuk terus belajar.

Baca Juga :   BEM dan DEMA se-Indonesia Soroti Stabilitas Negara

Masuk dalam team futsal mereka, merupakan salah satu cara unik saya untuk mengenal karakter masing-masing individu.

Seperti halnya futsal, nilai kepemimpinan, dinamika kelompok, kekompakan, kerjasama, komunikasi dan kebersamaan, saya terapkan juga agar dapat menciptakan goals/tujuan akhir dari perkuliahan. Saya bukanlah dosen yang sekedar menghabiskan waktu pelajaran saja kemudian pergi tanpa kesan. Karena keberhasilan seorang pengajar dalam mempengaruhi para mahasiswanya diukur dari bagaimana ia mampu memancing reaksi emosinal para mahasiwsa itu sendiri.

Inovasi, intelegensi dan kecerdasan emosional merupakan prinsip utama meraih kemajuan. Saya mencoba memompa kreativitas para mahasiswa pada saat kompetisi akuntansi dan karya tulis mahasiswa tingkat nasional. Memberikan masukan kepada mereka tentang pentingnya koperasi mahasiswa, suatu wadah bagi mahasiwa untuk mencoba menjadi pengusaha dan belajar berorganisasi.

Mahasiswa sebagai pucuk generasi muda merupakan
ladang utama orang-orang yang mempunyai daya kreatif tinggi. Mahasiswa yang berilmu penggetahuan luas, menyukai hal-hal baru, bersemangat juang tinggi, berpikiran kritis, dan berkepedulian sosial tinggi, merupakan agen yang mampu mengembangkan perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan.“Setiap manusia memiliki kekuatan, mari kita bentuk team yang kuat”, apresiasi dan pujian sering kali saya sampaiakan untuk menambah kepercayaan diri mereka. (**)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here