Beranda Daerah 380 Hektare Lahan, Rawan Kebakaran

380 Hektare Lahan, Rawan Kebakaran

Tanggal : Pukul :
97
0
BERIKAN PENGARAHAN : Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi penanggulangan Karhutlah 2019. (Foto : Humas Pemkab Muba)

Sekayu, Detik Sumsel – Sepanjang 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba telah mencatat sekitar 380 Hektar wilayah di Muba, masih sering terjadi
Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah)

“Dari data BPBD Muba, bahwa kondisi lahan dan kerawanan kebakaran di Muba, memiliki luasan 14.477 kilometer persegi terdiri luas kawasan hutan 53.792 Ha, Perkebunan 164.993 Ha, Lahan Pertanian 45.391 Ha, luas lahan lainnya ada 121.538 Ha, dan luas lahan gambut sebesar 262.000 Ha dengan tersebar di 15 kecamatan,” kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Muba, Indita Purnama S.Sos,Kamis (14/3).

Diantara data tersebut, lanjut Indita, akan menjadi menjadi prioritas dalam menghadapi pencegahan Karhutlah tahun ini di tahun 2019.

“saat ini masih masuk musim penghujan, hanya saja diprediksi akhir Mei memasuki musim kemarau. Oleh sebab Pemkab Muba bersama pihak terkait menggelar rakor pencegahan Karhubunlah untuk diadakan persamaan program dalam pencegahan dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa dengan support perusahan-perusahaan yang beroperasi di Muba. Sebab, dari data yang ada, sepanjang tahun 2018 sendiri luasan lahan terbakar mencapai lebih kurang 380 Ha,”Terangnya.

lebih jauh Indita menerangkan Jumlah luasan, wilayah yang menjadi pritoritas pencegahan seluas 380 Ha yang tersebar di 7 kecamatan ini diantaranya yakni di Kecamatan Bayung Lencir sebesar 200 Ha, Sanga Desa capai 130 Ha, Babat Supat 20 Ha, Babat Toman 13 Ha, Sekayu 10 Ha, Lais 5 Ha, dan terakhir di Kecamatan Keluang 2 Ha.

Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi menambahkan, upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan dan lahan ini merupakan tugas utama dan program strategis yang menjadi tanggung jawab semua.

Artinya, bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, melainkan seluruh lapisan elemen masyarakat, perusahan dan stakeholder yang ada,” kata Beni

Karena, Muba sendiri salah satu daerah merah yang perlu jadi perhatian dalam pencegahan karhutbunlah sehingga tidak menimbulkan bencana asap.

“Kita ingat tahun 2015 lalu, bencana asap mengakibatkan kerugian sangat banyak dalam beberapa bidang .Kita tidak ingin terulang lagi, mari bersama-sama mewujudkan zero hotspot,” imbuhnya. (edy)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here