Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Chris Leong dan kawan-kawan di limpahkan ke Lapas Pakjo dari kantor imigrasi Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/1). Total 12 WNA pria dan8 WNA wanita di bawak kelapas perempuan merdeka dan lapas Pakjo Palembang.F :Achmad Tohir/ Detik Sumsel
Chris Leong dan kawan-kawan di limpahkan ke Lapas Pakjo dari kantor imigrasi Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/1). Total 12WNA pria dan8 WNA wanita di bawak kelapas perempuan merdeka dan lapas Pakjo Palembang.F :Achmad Tohir/ Detik Sumsel

20 WNA Terapis Ilegal Resmi Di Pindahkan Ke Rutan

Palembang, Detik Sumsel,- Usai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Imigrasi Sumsel atas penyalahgunaan paspor izin wisata yang digunakan untuk membuka praktek pengobatan. Akhirnya, Kemenkumham melalui kantor Imigrasi Palembang melimpahkan 20 warga negara asing (WNA) ke Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Palembang dan Rutan wanita Selasa (15/2) petang.

Kepala kantor wilayah hukum (Kakanwil) dan Sumatera Selatan (Sumsel) Sudirman didampingi Kepala Rutan (Ka Rutan) Pakjo Mardan mengatakan,setelah dilakukan pemeriksaan selama dua hari oleh petugasnya yang handal dan profesional akhirnya pihaknya menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka dalam penyalahgunaan visa.

“Untuk kedua orang ini resmi jadi tersangka dalam penyalahgunaan visa atau paspor wisata yang digunakan untuk bekerja.12 orang dititipkan di Rutan Pakjo sedangkan 8 orang di LP Wanita,” terangnya.

Lanjut dia, nantinya setelah dititipkan ke Rutan dan LP semua tersangka akan segera disidangkan dimana pihaknya telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyedikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel dan apabila sudah dinyatakan lengkap atau P-21 akan dikrim ke Pengadilan untuk disidangkan.

“Tentunya kita berharap agar pihak Kejaksaan melaksanakan sesuai dengan tugasnya untuk penegakan hukum. Karena para WNA ini telah melanggar kedaulatan negara kita,”ujarnya.

Selain itu kata dia,pihaknya juga sudah meminta klarifikasi dari pihak Novotel dimana diketahui kelompok Cris Long ini menyewa salah satu ballroom Novotel sebesar Rp 30 juta untuk membuka pengobatan pijit tradisional.

“Untuk kedaulatan Malaysia tidak akan mengirim penasehat hukum atau bantuan hukum karena para WNA tidak meminta.Tapi ada yang menawarkan diri untuk memberi kuasa kepada para WNA ini,” jelasnya.

Dalam pengobatan ini lanjutnya, ada 18 pekerja dimana yang mengatur pekerjaan ini Cris dan Stevie mereka memiliki dua tempat pengobatan pijit tradisonal di negara mereka Malaysia.

“Untuk barang bukti kita mengamankan kasur dan alat serta bukti pembayaran dan bukti pembayaran ballroom dan hotel,l.Seluruh WNA tersebut disangkakan dengan pasal 122 huruf A Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.Setiap WNA yang sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp500 juta,”jelasnya.

Baca Juga :   Ciduk 65 ASN di Mal Saat Jam Kerja, Kasat Pol PP: Ini Sesuai Instruksi Gubernur

Sudirman mengatakan, Leong yann Kong alias Chris Leong (42) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Selatan pada 2017 lalu.

“Dideportasi atas kasus yang sama, melanggar visa kunjungan. Tapi kita Sumatera Selatan tidak akan mendeportasi begitu saja. Tapi kita akan pidanakan dulu, setelah itu kita baru akan deportasi dan cekal. Biar ada efek jera bagi orang asing agar tidak lagi menyalahi izin tinggal di Indonesia,”terangnya.

Terlebih lanjutnya,pihaknya sudah memanggil pihak hotel yang digunakan oleh Chris Leong dan komplotannya untuk melakukan praktek ilegal pijat terapi tersebut untuk dimintai keterangan. Dirinya mengimbau untuk para masyarakat yang menjadi pasien Chris Leong untuk melapor.

“Hingga saat ini belum ada masyarakat yang mengadu walaupun sudah kita imbau melalui media. Apabila ada yang dikecewakan, agar segera menghubungi Kantor Imigrasi Palembang mumpung sampai saat ini mereka masih kita tahan di Ruang Detensi Imigrasi dalam rangka pemeriksaan,” ujar dia.

Sementara itu, sebelumnya Chris Leong mengaku sudah terkenal dengan keahliannya tersebut sehingga banyak pasien yang datang untuk minta diobati.

Setiap perjalanannya ke luar negeri, Chris selalu membawa rombongannya yang terdiri dari staff dan murid-muridnya. Tiga atau empat negara sekali dirinya melakukan perjalanan. Sebelum ke Indonesia, Chris mengaku sudah menyambangi Hongkong, dan Australia pada perjalannya kali ini. Sedangkan Palembang menjadi kota kedua setelah Medan yang dikunjunginya di Indonesia kali ini.

Baca Juga :   Aktor Sandiwara Penculikan Tidak Gila, Proses Hukum Tetap Berjalan

Chris pun mengaku, hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyembuhkan satu orang pasien hingga iapun bisa menangani puluhan bahkan ratusan pasien dalam satu hari.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Imigrasi Palembang Kelas I Palembang mengamankan 20 orang warga negara asing (WNA) karena membuka praktek terapi pijat ilegal di Hotel Novotel Palembang, Rabu (9/1).

Secara rinci 20 WNA tersebut yakni 16 dari Malaysia, 2 dari China, 1 Belgia, dan 1 dari Hongkong. Penangkapan didasari oleh dua alasan, pertama membuka praktek pengobatan ilegal tanpa izin serta menyalahi kunjungan wisata.(vot)

Para WNA saat di serahkan ke Rutan Pakjo
Para WNA saat di serahkan ke Rutan Pakjo

Berikut identitas para WNA yang saat ini mendekam di ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang:

1. Leon Yann Kong alias Chris Leong (42) warga negara Malaysia

2. Kellie Tan Mei Yean alias Selvie (21), warga negara Malaysia

3. Hairul Azhar (29), warga negara Malaysia

4. Chan Kai Wen (23) warga negara Malaysia

5. Foong Chee Kin (32) warga negara Malaysia

6. Ng Mien Ming (31) warga negara Malaysia

7. Lim Yoke Yean (39) warga negara Malaysia

8. Diong Chea Ying (38) warga negara Malaysia

9. Li On ki (38) warga negara Hongkong

10. No Chun C (31) warga negara Belgia

11. Chan Wing Hong (31) warga negara China

12. Lam Hoi Wing (35) warga negara China

13. Chin Guan Chian (27) warga negara Malaysia

14. Chap Lai Kin (40) warga negara Malaysia

15. Muhammad Eddie (20) warga negara Malaysia

16. Cho Jian Bin (27) warga negara Malaysia

17. Lee Yoon Shen (26) warga negara Malaysia

18. Widad (21) warga negara Malaysia

19. Cheong Siew Kiat (42) warga negara Malaysia

20. Liew Jun Ting (24) warga negara Malaysia

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Poetra

Avatar

Check Also

Bongbongan Silaban SH. LLM Ketua PN Klas 1 A Khusus Palembang

Tak Disiplin, Ketua Pengadilan ini Dihukum Penundaan Pangkat Setahun

Palembang, Detik Sumsel, – Ketua Pengadilan Negeri klas 1 A khusus Palembang Bombongan Silaban SH dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *