Detik
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Tri Aprianingsih

17 Ribu Benih Ikan Jelawat Akan Ditebar di Sungai Ogan

Baturaja, Detik Sumsel — Upaya menjaga kelestarian sungai Ogan serta untuk menambah jumlah populasi ikan di Sungai Ogan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun ini akan melakukan Restocking 17 ribu benih ikan Jelawat disungai Ogan.

“Rencannya belasan ribu benih ikan jenis ini akan dilepas secara serentak oleh pemerintah daerah setempat pada November 2018,” kata Kepala Disnakan OKU, Tri Aprianingsih, belum lama ini.

Dia mengatakan, benih Jelawat ini akan ditebar di beberapa titik kawasan Sungai Ogan agar dapat berkembang biak untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi masyarakat di wilayah OKU.

“Untuk titik pelepasan benih di sungai belum ditentukan karena masih kami cari lokasi yang tepat,” katanya.

Baca Juga :   Massa Tuntut Pemkab Lahat Bantu Penyelesaian Tanah Warga Yang Diserobot

Dia mengemukakan, benih ikan Jelawat yang akan dilepas serentak pada tahun ini dibeli dari Balai Benih Ikan dari Provinsi Jambi dan Lampung untuk ditebar di Sungai Ogan Kabupaten OKU.

“Untuk anggarannya menggunakan dana APBD OKU tahun anggaran 2018 dan dibantu pendanaan dari sejumlah perusahaan yang ada di kabupaten setempat,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan ini sudah kedua kalinya dilakukan pemerintah daerah setempat melalui Disnakan OKU yaitu pada 2017 pihaknya juga sudah menebar sebanyak 45 ribu benih ikan jenis Nila di Sungai Ogan.

Kegiatan tersebut merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk melestarikan Sungai Ogan dengan menebar benih ikan guna menambah jumlah populasi habitat hewan air ini di sungai agar jumlahnya bertambah banyak.

Baca Juga :   Usai Kebanjiran Underpass Lahat Kembali Telan Korban

“Kalau ikan di sungai berlimpah masyarakat khususnya yang bermukim dekat dengan sungai tidak sulit menangkap ikan untuk dikonsumsi ataupun dijual,” kata dia.

Hanya saja dia menegaskan, penangkapan ikan jangan dilakukan dengan cara ilegal seperti menggunakan alat setrum listrik atau menabur racun di sungai karena dapat merusak ekosistem habitat hewan air tersebut.

Dia mengimbau, penangkap ikan harus dengan cara yang ramah lingkungan seperti menggunakan jala agar benih ikan yang masih kecil dapat berkembang biak.

“Saat ini kami juga sedang membangun rumah jaga di lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan di OKU untuk tempat penjagaan Kelompok Masyarakat Pengawasan (Pokmaswas) Sungai Ogan yang bertugas mengawasi aktifitas penangkapan ikan di sungai,” ujar dia. (fei)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Feriandi

Avatar

Check Also

Terkait Pelaku Pelemparan di Jalan Tol Kayuagung-Palembang, Ini Kata Kapolres OKI

Kayuagung, Detik Sumsel — Berseliwerannya foto maupun video terduga pelaku pelemparan batu terhadap kendaraan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *