Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus 149 SD di Palembang “Tenggelam”

149 SD di Palembang “Tenggelam”

Tanggal : Pukul :
563
0
Tampak kondisi salah satu SD Negeri Palembang yang terkena banjir saat melakukan aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

Lipsus, Detik Sumsel- Menyedihkan. Kata ini cukup pantas disematkan saat mengetahui kondisi sarana untuk pendidikan di Kota Palembang. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, nyatanya anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) harus rela diliburkan saat memasuki musim penghujan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Palembang, 60 persen SD Negeri di kota ini hampir “tenggelam” saat hujan turun dengan curah relatif tinggi. Artinya, ada sekitar 149 sekolah yang meliburkan siswanya akibat air menggenangi sekolah mereka.

Faktor kesehatan dan keselamatan siswa membuat pihak terkait memilih kebijakan sekolah diliburkan.Pasalnya, air yang menggenangi sekolah relatif tinggi, bisa mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi ini jelas cukup membahayakan, terlebih saat air juga membanjiri ruangan kelas. Bertahun menghadapi kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang belum mengambil solusi terbaik, selain meliburkan siswa saat banjir datang.

Baca Juga :   Masih dalam Kajian, Harnojoyo Akan Canangkan Konsep Ekonomi Umat

Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Bahrin menyebutkan dari total 248 SD Negeri, 60 persen diantaranya berada di atas lahan rawa dan terkena dampak mampetnya drainase.

“Jadi, kalau sudah masuk musim penghujan, ada sebanyak 149 SD Negeri di Palembang yang terkena dampak banjir,” ungkapnya kepada Detik Sumsel.

Dikatakannya, kondisi SD yang mengalami banjir ini hampir terjadi di seluruh kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Ilir Barat (IB) I SD Negeri 3 Palembang, SD Negeri 7 Palembang, Kecamatan Ilir Timur (IT) I SD Negeri 62, SD Negeri 64, SD Negeri 65, Kecamatan Ilir Timur (IT) II SD Negeri 47, SD Negeri 48, Kecamatan Sako SD Negeri 111, Kecamatan Kalidoni SD Negeri 161, dan SD Negeri 153.

Baca Juga :   Harapkan Dukungan Terkait Pembangunan Pompanisasi Sungai Bendung

“Kalau yang paling parah itu hampir seluruhnya dialami SD Negeri di Kertapati, karena bangunan sekolah semuanya di atas lahan rawa. Jadi, kalau hujan deras bangunan sekolah ikut terendam,” jelasnya.

Ilustrasi: Raam Detik Sumsel

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Herman Wijaya menuturkan, pihaknya sampai saat ini masih mencari jalan keluar untuk bisa meminimalisir sekolah yang terkena dampak banjir.

“Pokoknya kalau sekolah yang berada di atas lahan rawa, solusinya hanya penimbunan saja,” katanya.

Herman menambahkan, saat ini Dinas Pendidikan Kota Palembang sudah memetakan anggaran untuk melakukan penimbunan terhadap bangunan sekolah yang terkena dampak banjir karena berada diatas lahan rawah. “Untuk satu sekolah itu biaya penimbunannnya bisa mencapai Rp 2 Miliar,” pungkasnya.(Tet/DP)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here