Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Musi Banyuasin
Pemerintah Musi Banyuasin
Beranda Daerah 10 Pelaku Perambahan Hutan di Lahat Ditetapkan Sebagai Tersangka

10 Pelaku Perambahan Hutan di Lahat Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tanggal : Pukul :
5549
1
Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, ketika merilis sepuluh tersangka penebangan hutan. Foto Heru/DS

Lahat, Detik Sumsel — Satreskrim Polres Lahat akhirnya menetapkan sepuluh tersangka penebangan pohon dalam kawasan hutan Suaka Alam kelompok Isau-isau. Persisnya di pusat Latihan Gajah, Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat.

Sepuluh tersangka ini diantaranya, Suharman (48), Supen Peri (38), Solhadi (25), Liswan (44), Hermawan (29), Roby Sanjaya (18), Sartoni (54), Patrio (25), Bastawi (61), Sutar Dinata (33), semuanya warga Desa Padang, Kecamatan, Merapi Selatan, Lahat. Ditangkap terlibat kasus yang sama, dengan waktu berbeda.

Semua tersangka ini ditangkap, Kamis (23/5), saat berada di ataran Sungai Cikdam, Desa setempat. Dimana saat itu Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, sudah memberikan arahan agar warga menghentikan aktifitas menebang pohon, dan meletakkan alat-alat seperti mesin senso dan parang.

“Aksi warga ini bukan yang pertama, kita juga sudah sering memberikan peringatan. Tindakan preventif sudah kita jalankan, kali ini kita perlu ambil tindakan tegas,” Jumat (24/5).

Meledaknya perkara ini bukan hanya karena penebangan pohon, tapi karena sebelumnya (4/3) lalu perselisihan antara warga dengan pihak BKSDA sempat memanas. Warga saat itu sambil membawa celurit, parang, dan baru, merusak kantor BKSDA.

“Warga bahkan melakukan aksi pengeroyokan terhadap pegawai BKSDA, hingga mengalami lebam di beberapa bagian tubuh. Ini sudah diluar batas,” geram Ferry.

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma, Ferry menjelaskan, untuk Suharman, Supen, Peri, dan Solhadi, ditangkap karena  pengrusakan kantor BKSDA. Liswan, Hermawan, Roby, Sartoni dan, Patrio, karena melakukan penebangan hutan Kamis lalu. Sedangkan Bastawi dan Sutar, terlibat kasus serupa di Agustus 2018.

“Untuk Bastawi CS ini, arahnya sudah ke perambahan hutan lindung, seluas 12,21 Hektare. Bisa terjerat diatas diatas lima tahun penjara,” kata Satria. (heru).

1 KOMENTAR

  1. Hukum seberat beratnya komendan, merusak lingkungan hidup dan Populasi hewan yg ada, namun tentulah jangan hanya rakyat jelata, para perusahaan batubara juga jika merusak lungkungan pun femijian harus dihukum berat juga. Sukses selalu buat Polres lahat…we love U pak Polisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here