Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Muara Enim Tetapkan Tiga Napi Jadi Tersangka

Tetapkan Tiga Napi Jadi Tersangka

Tanggal : Pukul :
560
0
Konfrensi Pers Polres Muara Enim terkait meninggalnya salah satu tahanan titipan Polsek Rambang Dangku atas nama Yuheri Kusnadi bin Yusran (39) di Lapas Klas II Muara Enim.

Muara Enim, Detik Sumsel- Setelah melakukan pemeriksaan intensif terkait meninggalnya salah satu tahanan titipan Polsek Rambang Dangku atas nama Yuheri Kusnadi bin Yusran (39) di Lapas Klas II Muara Enim, akhirnya Polres menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.

Tiga tersangka tersebut adalah Lubis bin Bahrum Lubis, Napi yang statsunya sebagai Tamping KPLP terlibat kasus 363 KUHP.  Kemudian Agus Fitrian alias Yayan bin Ujang Anuar, Napi terlibat kasus  365 KUHP. Selanjutnya Adrianto alias Andre bin Rusmanto, Napi terlibat kasus 365 KUHP.

Karena menganggap kematian korban dengan kondisi tidak wajar itu, membuat pihak keluarga meminta petugas Polres Muara Enim untuk melakukan pengusutan. Pihak keluarga korban membuat laporan secara resmi ke Polres Muara Enim dengan nomor LP /B/353/XI/2018/Sumsel/Res Muara Enim tanggal 15 November 2018 dengan tuduhan penganiayaan.

Atas dasar laporan itu, penyidik Sat Reskrim Polres Muara Enim melakukan pengusutan. Pengusutan awal dimulai dengan melakukan otopsi terhadap jenazah korban ke RS Bhayangkara Palembang. Proses otopsi itu dihadiri Hermansyah (60), kakak sepupu korban.

Bertitik tolak dari hasil  otopsi tersebut, akhirnya penyidik Satreskrim Polres Muara Enim berhasil menetapkan 3 Napi Lapas Kelas II Muara Enim sebagai tersangka pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono bersama Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Rambang Dangku, AKP Afriansyah SH, bersama Kelapa Lapas Kelas II Muara Enim, Hidayat dan Tim dari Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Sumsel, Herman Sawiran mengungkap hasil penyidikan kematian korban, Senin (26/11).

“Dari hasil otopsi dan penyidikan yang dilakukan, bahwa korban meninggal dunia akibat dianiaya dan kita telah menetapkan 3 Napi yang terlibat penganiayaan sebagai tersangkanya,” jelas Kapolres.

Dijelaskannya, barang bukti yang diamankan diantaranya, bantal terbuat dari karung plastic digunakan untuk memukil korban, bekas botol air mineral yang diisi air panas disiramkan ke tubuh korban hingga mengalami luka bakar.

Kemudian pisau yang terbuat dari sendok makan digunakan untuk melikai korban dan gagang sapu plastik yang digunakan untuk memukul korban. “Proses penyidikan yang dilakukan sudah cukup dengan 2 alat bukti, Perkaras ini segera buatkan SPDP nya  dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, kronologias kejadian, pada hari Kamis (7/11), korban dititipkan oleh Polsek Rambang Dangku ke Lapas Muara Enim. Korban terlibat kasus penganiayaan sebagaimana diatur pasal 351 KUHP.

Setelah dititipkan, beberapa hari kemudian keluarga korban  membesuk, namun belum diizinkan Lapas karena masih dalam  sel pengasingan.

Kemudian pada Selasa (13/11) keluarga korban minta pembantaran kepada pihak Polsek Rambang Dangku karena mendengar  kabar bahwa korban  dalam kondisi sakit.

Kemudian, lanjut Kapolres, pada hari  Rabu (14/11) Polsek Rambang Dangku melakukan pembantaran penahanan terhadap korban dan bersam sama  dengan pihak keluarga  membawa korban ke RSU Dr HM Rabain Muara Enim.

Keesokan harinya  Kamis (15/11) sekitar pukul 13.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit setelah sehari menjalani perawatan.

“Dari hasil otopsi  ada pembekuan darah di otak sebelah kanan, pendarahan hebat di perut hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Sementara itu, menanggapi kejadian yang terjadi di Lapas yang dipimpinnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Muara Enim Hidayat, mengatakan ksistim pengawasan yang dilakukan petugas Lapas kepada Napi sudah sesuai dengan prosedur.

“Kejadian ini diluar kendali kita, karena tempatnya di ruang isolasi,” jelas Hidayat kepada media. Dia juga menbantah, bahwa pihak Lapas telah menghalang halangi keluarga korban yang hendak membesuk korban selama dititipkan di Lapas.

“Kita tidak ada menghalang halangi keluarga korban yang mau membesuk. Kalau terjadi mis komunikasi mungkin ada,” jelasnya. Dia mengaku tidak tau kondisi korban kalau sedang sakit. Karena korban berada di ruang isolasi.

Dia mengetahui korban sakit, setelah pihak Polsek mengajukan pembantaran atas permintaan keluarga untuk membawa korban berobat ke rumah sakit.

Sementara itu, Kasus penganiayaan yang dilakukan tiga Napi Lapas Kelas II Muara Enim terhadap Yuheri Kusnadi bin Yusran (39), tahanan Polsek Rambang Dangku yang dititipkan di Lapas hingga meninggal dunia, mendapat perhatian serian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel.

“Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel telah membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan kejadian itu di Lapas Muara Enim. Saat ini tim sedang bekerja melakukan penyelidikan,” jelas Herman selaku Ketua Tim Investigasi,

Dia mengaku sudah melakukan pemeriksaan. Hasil penyelidikan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel.

Ketika ditanya tindakan apa atau sanksi apa yang akan dijatuhkan terhadap kasus tersebut? Dijawabnya sanksi akan dilakukan setelah hasil penyelidikan tim imvestaigasi diketahui.(ndi)

 

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here