Beranda Lahat Terkait Sengketa Lahan, Majelis Hakim Sarankan Kedua Belah Pihak Untuk Berdamai 

Terkait Sengketa Lahan, Majelis Hakim Sarankan Kedua Belah Pihak Untuk Berdamai 

Tanggal : Pukul :
521
0
Suasana sidang sengketa lahan di PN Lahat
Suasana sidang sengketa lahan di PN Lahat.
Lahat, Detik Sumsel — Sidang perdata kasus sengketa lahan antara warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Lahat Selatan, Lahat, selaku penggugat. Dengan perusahaan sawit PT Arta Prigel, selaku tergugat. Kembali berlanjut ke tahap kesimpulan penggugat dan tergugat. Usai sidang sebelumnya beragenda peninjauan objek sengketa, Senin (20/8) lalu.
Dalam sidang kali ini, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat, Agus Pancara SH MHum sebelumnya, telah meminta kepada penggugat, tergugat, turut tergugat satu (Pemda Lahat), dan turut tergugat dua (BPN Lahat), membuat kesimpulannya masing.
Kuasa Hukum Penggugat, Firnanda CLa, didampingi Dahlian, membacakan secara langsung kesimpulan dari pihaknya. Menyatakan, dari bukti-bukti yang sah dan menyakinkan, tergugat telah melakukan perbutan melanggar hukum. Dengan cara mengambil alih lahan milik orang tua penggugat, seluas 12 hektar.
“Tergugat dengan berbagai cara, menghindar untuk melakukan ganti rugi. Untuk itu majelis hakim yang memeriksa dan mengadili, kiranya dapat mengabulkan gugatan penggugat,” sampai Firnanda, Senin (3/9).
Sementara, Yulius, Humas PT Arta Prigel saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sengaja, hasil kesimpulan dianggap dibacakan, menghindari situasi panas yang bisa muncul dari keluarga penggugat. Hanya saja pihaknya menyatakan, kalau memang ini masih bermasalah kenapa baru sekarang mencuatnya. Kenapa dari tahun 2006 hingga tahun 2018, adem-adem saja.
“Kita tidak melakukan penyerobotan lahan. Kalu memang bermasalah, kenapa baru sekarang digugat, kenapa tidak tadi era Burlian. Ganti rugi sudah kita lakukan ke tanah desa, untuk tanah masyarakat tidak kita garap,” kata Yulius, via seluler.
Disisi lain, Ketua Majelis Hakim, Agus Pancara, usai mendengarkan semua kesimpulan mengingatkan, masih ada kesempatan bagi penggugat dan tergugat yang bersekutu, untuk berdamai. Sebelum majelis mengetok palu, pada sidang putusan nanti.
“Masih ada kesempatan berdamai, sebelum palu diketok. Majelis akan bermusyawarah dahulu, putusan akan dibacakan Rabu (19/9) mendatang,” sampai Agus Pancara, didampingi hakim anggota, Dicky Syarifudin SH MH, dan Mahartha Noerdiansyah SH. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here