Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Tangkap Ikan dengan Merusak, Dinas Perikanan Segera Gandeng APH
Plt Kepala Dinas Perikanan Musi Banyuasin, Hendra Tris Tpmy, S.STP, M.Dev

Tangkap Ikan dengan Merusak, Dinas Perikanan Segera Gandeng APH

Sekayu, Detik Sumsel — Adanya aksi penangkapan ikan oleh masyarakat dengan cara melakukan pengrusakan ekosistem, atau menggunakan racun dan setrum. Membuat Dinas Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin mengambil langkah tegas, khususnya dalam penindakan terhadap pelaku.

Menurut Plt Kadis Perikanan Muba, Hendra Tris Tomy, S.STP, M.Dev telah anyaknya pengaduan masyarakat tentang aktivitas penangkapan ikan secara merusak ekosistem (destructive fishing). Terlebih aktivitas ini lebih sering terjadi pada musim kemarau di wilayah perairan umum daratan kabupaten Muba.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya telah mengeluarkan surat imbuan dengan nomor P. 523/303/Diskan/SDP/2020, dimana Sekda Muba mengintruksikan seluruh camat agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan untuk penangkapan ikan secara destructive fishing.

“Termasuk menginformasikan bahwa penggunaan alat atau bahan yang menghasilkan arus listrik (Strom), bahan peledak, racun dan sejenisnya itu dilarang,” ujarnya Selasa (28/7).

Adapun untuk penangkapan ikan di wilayah kabupaten Muba dilarang juga menggunakan jaring yang memiliki ukuran minimal 1/2 inci.  Ia menegaskan untuk penangkapan ikan yang menggunakan alat corong jarak antara bilah bambu atau sejenisnya termasuk kelengkapannya minimal 1/2 inci.

Baca Juga :   Pastikan Pembangunan Tepat Waktu, Ini yang Dilakukan Dodi

“Apabila melanggar ketentuan tersebut, maka akan dipidana penjara paling lama 6 bulan dan denda paling tinggi Rp50 juta sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 peraturan daerah kabupaten Muba nomor 14 tahun 2005 tentang perlindungan ikan dalam kabupaten Muba,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kembali kepada Kelompok pengawas masyarakat (Pokwasmas) yang sudah ada tapi selama ini belum berjalan maksimal. “Camat, Lurah, dan Kades hendaknya ikut mengimbau masyarakat akan dampak dari destructive fishing ini sehingga kelestarian lingkungan benar-benar terjaga,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Kabid Sumberdaya Perikanan Ibu Eka Purnama Sari, menambahkan pihaknya sangat mengutuk dengan keras perbuatan destructive fishing. Karena ekosistem yang berada di sungai tersebut semuanya mati.

“Kalau untuk pemulihan sungai ini cukup lama, karena masih ada sisa racun yang melekat seperti di pohon, tanah. Ekosistem disini juga membutuhkan regenerasi cukup lama, melihat ikan-ikan kecik juga mati. Setelah ini pihaknya bakal gencar mengkampanyekan agar perbuatan serupa tidak terulang kembali,”ungkapnya.

Baca Juga :   Soal Pemecatan Nakes, Bupati OI : Tuntutan Mereka Terlalu Mengada-Ada

Sebelumnya, sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab diduga dengan sengaja melakukan pecemaran dengan menebar racun ikan atau putas pada salah satu sungai yaitu Sungai Petanang yang berada di Kecamatan Sekayu, Kabupten Muba. Akibatnya membuat kurang lebih 1 ton ikan yang berada di sungai tersebut mati. Sehingga ikan lelang yang berada pada sungai lelang, menyebabkan pengemin atau pengumpul ikan mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Diceritakan, Samsurizal pengemin Sungai Petanang awal mula matinya puluhan ton ikan yang berada di sungai miliknya pada Jumat malam pekan lalu. Ketika pagi hari ia bersama keluarga mengece k corong ikan, betapa terkejutnya melihat ikan sudang mengambang dan mengeluarkan bau busuk.

“Jumat pagi lalu pak ketahuan bahwa sudah di putas, karena semalam aku tinggalkan tidak apa-apa nah besoknya ketahuan sudah mengapung semua,”kata Samsurizal, ketika dibincangi di lokasi Sungai Petanang, Senin (27/7). (edy)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Jembatan Air Aman Lubuk Batang Amblas

Baturaja, Detik Sumsel — Jembatan air aman Kampung 4 Desa Lubuk batang lama (LBL) kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *