Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Refleksi Silaturahmi Sekaligus Berbuka Puasa di Pelosok Timor Leste

Silaturahmi Sekaligus Berbuka Puasa di Pelosok Timor Leste

Tanggal : Pukul :
521
0
Puasa Muslim Minoritas di Negara Timor Leste - H. Donny Meilano, S.H.I., M.Sy.
Silaturahmi Sekaligus Berbuka Puasa di Pelosok Timor Leste - H. Donny Meilano, S.H.I., M.Sy

SETELAH beberapa hari yang lalu kami rapat bersama staf kedutaan besar Republik Indonesia akhirnya hari ini kami realisasikan kunjungan ke Daerah-Daerah yang berada di Timor Leste. Tepatnya hari Sabtu tanggal, 26 Mei 2018 kami mengadakan perjalanan ke distrik Same Manufahi. Jarak yang ditempuh kurang lebih 5 jam dari kota Dili.


Daerah Same kalau di Indonesia disebut Kecamatan Same, sementara Manufahi sendiri adalah Kabupaten karena disini hanya dikenal Distrik atau kabupaten jadi tidak ada Propinsi, mengingat terlalu banyak birokrasi kalau dibuat propinsi seperti di Indonesia apalagi daerahnya tidak terlalu luas dan dengan Jumlah penduduk relatif masih sedikit sekitar satu jutaan lebih.

Menuju Distrik Same Manufahi adalah sebuah perjalanan yang cukup berkesan dan pemandangan yang indah. Perjalanan 5 jam ke sebuah daerah sebenarnya hal yang lumrah dan biasa-biasa saja, namun bedanya perjalanan kami hari ini ke distrik Same Manufahi ini berliku-liku karena harus melewati lembah lembah dan perbukitan hampir Setiap tikungan 90° tajamnya, sehingga dalam perjalanan kami mengalami sedikit terganggu akibat perjalanan yang berliku-liku. Dan benar akhirnya dua teman saya dari Aceh dan Makassar harus stop di beberapa tempat akibat mabuk dan muntah.

Perjalanan kami kali ini langsung bersama Bapak Duta Besar Republik Indonesia Bapak Sahat Sitorus dan beberapa atas atase diantaranya atase dari bidang politik, atase dari kepolisian Bapak Kombes Pol Barata dan atase Imigrasi, Bidang Publikas dan kami dari Da’i Ambbasador Dompet Dhuafa. Perjalanan hari Sabtu ini sengaja kami ambil karena weekend, jadi kami lebih leluasa untuk mengadakan perjalanan yang cukup jauh ini.

Dalam perjalanan ini kami menggunakan tiga mobil yang tentunya mobil-mobil tersebut memiliki spesifik double gardan atau mobil yang ber-CC  besar mengingat medan perjalanan cukup berat, maka wajib bagi pengendara memiliki kendaraan bertenaga ekstra. Medan yang membuatnya kendaraan harus benar-benar dalam kondisi fit karena tingkat ketajaman belokan, serta jalan yang berlubang membuat sopir harus pandai-pandai memainkan stirnya.

Baca Juga :   Agar Membaca Tak hanya Tugas Sekolah

Daerah yang kami pilih adalah Daerah yang penuh pertimbang. Daerah yang ditentukan, pertama yang banyak warga Negara Indonesia yang, kedua banyak juga Islam-nya atau umat Islamnya sebab ada agenda buka puasa untuk umat muslim di sana.

Adapun agenda selama kami di Distrik Same Manufahi ini sebagai berikut; pertama sosialisasi terhadap warga negara Indonesia yang belum memiliki identitas baik itu KTP, paspor, dan visa, kedua sosialisasi terkait dengan Pemilu tahun 2019 sekaligus harapan-harapan dapat mengidentifikasi berapa banyak masyarakat atau warga Negara Indonesia yang berada di Timor Leste sehingga mereka betul-betul memiliki haknya sebagai warga Indonesia ikut pemilu di tahun 2019 yang akan datang. Ketiga agenda kami disini adalah buka puasa bersama masyarakat muslim yang ada di Timor Leste. (Baca Juga : Puasa Muslim Minoritas di Negara Timor Leste)

Toleransi Dalam Perbedaan

Uniknya masyarakat sini sangat mengharukan perbedaan, toleransi yang dibangun membuahkan hasil. Terbukti ketika kami berada di Masjid pedalaman Distrik Same ada beberapa nonmuslim pun ikut bersama-sama kami dalam acara buka puasa, inilah bentuk dari toleransi yang diajarkan Agama. Apapun itu, saling menghargai, saling menghormati, saling cinta saling mengasihi. Ini semua berkat kerja keras Bapak Duta Besar Republik Indonesia Bapak Sahat Sitorus dan rekan-rekan, yang terus membina warga Indonesia yang berada di Timor Leste.

Dalam sambutannya Bapak Duta Besar Republik Indonesia Bapak Sahat Sitorus selalu mengingatkan  kepada warga Negara Indonesia di Timor Leste untuk mengurus dan melengkapi dokumen- dokumen terkait dengan data kepribadian baik itu KTP, paspor, visa dan lain sebagainya karena kelengkapan tersebut membuat kita yang tinggal di Negara tetangga menjadi aman dan bisa bekerja lebih baik lagi.

Baca Juga :   Bekali Anak dengan Karakter Positif Sejak Dini

Senada dengan itu dalam tausiah saya selaku Da’i Ambassador saya mengajak kepada masyarakat khususnya umat Islam yang ada di Distrik Same Manufahi ini agar terus menjaga hubungan baik terhadap saudara-saudara kita yang ada di sini karena Islam mengajarkan untuk sering bersilaturahmi, saling berbagi Insyallah dengan dengan saling berbagi tersebut akan timbul rasa kasih sayang karena agama manapun tentu mengajarkan akan kebaikan agama manapun tentu akan mengajarkan saling tolong-menolong tidak ada agama yang mengajarkan keburukan tidak ada agama yang mengajarkan tindak kekerasan kalaupun ada orang-orang yang mengatasnamakan agama itu adalah oknum sebagaimana.

Kesimpulannya orang yang berbuat tindak kejahatan mengatasnamakan agama itu karena mereka salah paham dan disinilah perlu kita luruskan pemahamannya sehingga mereka beragama bermasyarakat melihat nilai-nilai kemanusiaan melihat nilai-nilai persaudaraan Insya Allah kalau itu semua dilakukan dengan baik dengan benar maka tidak ada lagi rasa curiga mencurigai tidak ada lagi intoleransi dan tidak ada lagi tindak perilaku kekerasan. Kalau benar pemahaman agamanya akan lahir pribadi-pribadi yang saling mencintai saling menghargai dan saling peduli

Perjalanan ini bukan hanya perjalan kedinasan atau tugas kewajiban sebagai Dai Ambassador, lebih dari itu perjalan ini adalah perjalanan persaudaraan yang mengikat tali silaturahmi. Bersama rombongan KBRI walaupun jauh walaupun medan nya ber liku-liku tetap kami datangi inilah sebagai bentuk kepedulian  untuk menyapa mungkin membantu saudarah suadarah kita yang berada di pelosok dan terpencil, agar mereka juga merasakan kedatangan kita menghibur kedatangan kita memberikan solusi dan kedatangan kita membantu apa yang dapat kita bantu terkait dengan persoalan-persoalan kenegaraan persoalan-persoalan administrasi yang belum tuntas. Harapan kita mudah-mudahan dengan silaturahmi ini dapat terbuka dapat memberikan solusi permasalahan yang dihadapi warga Negara Indonesia yang berada di Timor Leste.

*Da’i Ambassador untuk Negara Timor Leste

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here