Beranda Palembang Senin, HMI Demo Kritisi Pemerintah Jokowi

Senin, HMI Demo Kritisi Pemerintah Jokowi

Tanggal : Pukul :
366
0
Himpunan Mahasiswa Islam (foto : net)
Himpunan Mahasiswa Islam (foto : net)

Palembang, Detik Sumsel – Menyingkapi dan menkritisi kinerja Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dengan berbagai permasalahan bangsa Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islan (HMI) Sumbagsel Bersama dengan kader HMI se-kota Palembang dan beberapa OrganisasI Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Sumsel akan turun ke jalan pada senin 17 September 2018 mendatang

“Kita akan aksi senin, 17 September 2018 nanti akan menyuarakan aspirasi kita, dan kita berharap DPRD provinsi Sumatera Selatan selalu wakil rakyat Sumsel dapat menyatukan persepsi agar aspirasi yang kami suarakan tersampaikan ke pemerintah Jokowi-JK,” ungkap Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Bambang Irawan saat di temui

Bambang menjelaskan bahwa aksi tersebut suatu bentuk kekecewaan Mahasiswa dan Pemuda Sumsel akan hasil kinerja Pemerintah Jokowi-JK. Hampir habis masa jabatannya kami melihat tidak ada program Nawa Cita yang dicetuskan Jokowi-JK terealisasikan.

Baca Juga :   Menulis Sudah Menjadi Lifestyle

“Banyak hal yang patut dikritis ke pemerintah Jokowi-JK ini. Diantaranya Kita lihat impor dari luar negeri tidak terbendung lagi, dari berbagai produk masuk ke Indonesia sampai-sampai produk haram “narkoba” Pun di impor ke Indonesia sampai berton-ton,” ketus Bambang

Pemerintah Jokowi-JK, sambung dia, menciderai Demokrasi, kita lihat juga akhir-akhir ini banyak Ulama, Kyai, dan aktivis di bungkam untuk menyuarakan pendapatnya padahal UU menjamin hak setiap warga negara nya, yang paling parah akhir-akhir ini Menteri Agama, Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.

“Menteri Agama yang mengeluarkan pedoman penggunaan pengeras suara yang kita nilai cendrung ke intimidasi kepada umat Islam, dan Menteri Keuangan yang kerjanya kita lihat sangat ceroboh, sri mulyani tidak bisa menstabilkan perekonomian indonesia, sampai rupiah kita naik 15.200 / 1 dolar ini sebuah prestasi rendah oleh Pemerintah Jokowi-JK,” paparnya

Baca Juga :   Menulis Sudah Menjadi Lifestyle

“Terakhir Menteri yang diduduki Puan Maharani ini sangat tidak ada perencanaan kebijakan yang dikeluarkan memihak ke rakyat demi terwujud nya kesejahteraan rakyat,” katanya

Ditambah lagi, lanjut bambang, masalah fenomena Gerakan penurunan presiden akhir-akhir ini yg dilakukan oleh sebagian besar mahasiswa.

“Kita Badko HMI sumbagsel berpendapat sah-sah saja itu, mungkin Rakyat sudah mulai bosan dan gerah dengan janji Jokowi-JK, nawa cita nya sangat tidak dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya (fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here