Beranda Kriminal Praktik Aborsi, dr Wiem divonis 4 Tahun, Pasiennya 20 Bulan Bui

Praktik Aborsi, dr Wiem divonis 4 Tahun, Pasiennya 20 Bulan Bui

Tanggal : Pukul :
650
0
dr.Wiem Ghazali pelaku praktik Aborsi saat menjalani sidang di PN Klas 1A khusus Palembang. F:Poetra/Detik Sumsel
dr.Wiem Ghazali pelaku praktik Aborsi saat menjalani sidang di PN Klas 1A khusus Palembang. F:Poetra/Detik Sumsel

Palembang, Detik Sumsel,- dr Wiem Ghazali (72) terdakwa kasus Aborsi hanya bisa pasrah usai diganjar penjara 4 tahun pada sidang di PN Klas 1 A khusus Palembang, Kamis (30/8)

Vonis tersebut dijatuhi majelis hakim diketahui Yohanes SH MH setelah menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana aborsi sebagaimana diatur dalam pasal ke-2 77A Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP.

Vonis itu lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purnama Sofyan SH yang menuntut terdakwa agar dihukum selama 6 tahun penjara, sedangkan untuk izin praktik yang dicabut majelis hakim sependapat.

Atas vonis itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari kedepan, apakah banding atau menerima. Sementara itu pasien dr Wiem sekaligus ibu kandung janin yang di Aborsi Mia atau nurmiyati (24) dalam persidangan terpisah divonis 20 bulan penjara.

Mia ibu kandung janin yang di aborsi saat sidang di PN klas 1 A khusus Palembang. F:Poetra/Detik Sumsel
Mia ibu kandung janin yang di aborsi saat sidang di PN klas 1 A khusus Palembang. F:Poetra/Detik Sumsel

Vonis itu juga lebih ringan dari tuntutan JPU Purnama SH yang sebelumnya menuntut 2 tahun penjara dan menjarat Mia dengan pasal 194 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 53 ayat (1) KUHP.

Diketahui, Keduanya ditangkap lantaran Dr Wiem yang berprofesi sebagai dokter melakukan praktik Aborsi terhadap Mia selaku pasiennya yang datang ke tempat praktik dengan maksud menggugurkan kandungan yang diduga hasil dari hubungan terlarang dengan kekasihnya dengan cara mengkonsumsi obat obatan keras yang diberikan dokter wiem kepada pasiennya sebelum akhirnya terendus polisi dan meringkus keduanya.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here