Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah PMU Kemitraan Sumsel Dampingi Pengurusan Izin PIRT ke Dinkes OKI

PMU Kemitraan Sumsel Dampingi Pengurusan Izin PIRT ke Dinkes OKI

Tanggal : Pukul :
207
0
PMU Kemitraan Sumsel Dampingi Pengurusan Izin PIRT ke Dinkes OKI
Petugas Dinkes OKI melihat satu persatu produk usaha sebelum diterbitkannya sertifikat PIRT

Kayuagung, Detik Sumsel — Project Manager Unit (PMU) Kemitraan Sumsel klaim melakukan pendampingan dalam pengurusan izin pangan industri rumah tangga (PIRT) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI. PIRT merupakan izin produksi pangan yang dihasilkan oleh usaha skala industri rumah tangga. Surat ini merupakan surat resmi yang ditetap kan oleh Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Koordinator PMU Kemitraan Sumsel, Faisal mengatakan makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang berasal dari sumber daya alam maupun diproduksi oleh industri rumah tangga (IRT). Tingginya kebutuhan makanan menjadi atensi penting bagi pemerintah agar aman dikonsumsi konsumen.

Salah satu bentuk jaminan yang dikeluarkan pemerintah adalah surat izin PIRT.

“Saat ini, usaha Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Peduli Gambut di Kabupaten OKI sedang menghadapi masalah yakni belum memiliki surat izin PIRT. Akibatnya, usaha ini kesulitan dalam memasarkan produknya ke berbagai mini market maupun supermarket di Kabupaten OKI,” ujar Faisal, Kamis (16/1/2020).

Baca Juga :   KPUD OKI Pastikan Penetapan Caleg Terpilih Agustus Nanti

Faisal melanjutkan untuk memasarkan produk unggulan Desa Peduli Gambut diperlukan perizinan PIRT, terutama untuk produk jenis makanan dan minuman.

Izin ini sangat penting karena sebagai jaminan bahwa usaha makanan dan minuman rumahan yang dijual memenuhi standar produk pangan yang berlaku dan ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat desa gambut.

“Sebagai langkah awal pengembangan dan perluasan pasar bagi produk unggulan, proses PIRT ke Dinkes OKI ada sebanyak 10 Desa Peduli Gambut yang ada di Kecamatan Cengal dan Tulung selapan. Produk yang didampingi ada 20 produk unggulan seperti bandeng presto, abon bandeng, kemplang gulung, salai lele, keripik pakcoy, beras sehat gambut, terasi udang, sirup jeruk, sambang lingkum,” tambah Field Supervisor (FS) PMU Kemitraan, Iswandi Gunata.

Baca Juga :   Kades Ulak Jermun Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes OKI Iwan Setiawan, SKM., M.Kes melalui Staf Kesling, Kesja dan OR Dinkes OKI Musdarta menyatakan adapun syarat diperlukan untuk mendapatkan sertifikat PIRT antara lain pertama lakukan pendaftaran dengan membawa surat permohonan, data sarana dan produk, contoh label produk dan persyaratan lainnya.

Kedua, pemilik atau penanggungjawab produksi mengikuti pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang antara lain bermaterikan regulasi pangan. Selanjutnya pemeriksaan sarana (rumah produksi) dilakukan oleh petugas Dinkes, kemudian diverifikasi juga pemenuhan CPPB-IRT.

“Nah, barulah penerbitan sertifikat P-IRT yang umumnya berlaku selama 5 tahun dan bisa diperpanjang,” jelasnya.(Iyan)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here