Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Refleksi Peran Pemuda dalam Menjaga Keamanan dan Keutuhan NKRI

Peran Pemuda dalam Menjaga Keamanan dan Keutuhan NKRI

Tanggal : Pukul :
2251
0
Peran Pemuda dalam Menjaga Keamanan dan Keutuhan NKRI - Bambang Irawan
Peran Pemuda dalam Menjaga Keamanan dan Keutuhan NKRI - Bambang Irawan

DALAM setiap sejarah bangsa-bangsa di dunia, terdapat beberapa titik kritis yang dianggap sebagai momentum sangat menentukan dalam perjalanannya. Pada titik-titik itu terjadi peristiwa yang sangat krusial bagi masa depan bangsa tersebut. Sehingga dapat dibayangkan, jika pada titik-titik itu, bukan terjadi peristiwa sebagaimana yang telah terjadi tersebut, maka keadaan bangsa itu pada masa sekarang sudah akan lain ceritanya.

Kemudian dalam umur manusia juga ada titik-titik yang menunjukan bahwa manusia tersebut mengalami perubahan, pertumbuhan dan berkembang, baik dari segi fisik, psikologis, maupun yang lainnya, yang secara umum biasanya terbagi ke dalam empat titik/fase: anak-anak, remaja, pemuda dan tua atau yang lebih dikenal ‘setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya’.

Berbicara peran pemuda maka tak akan ada habisnya namun sejarah panjang membuktikan bahwa kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari peran kaum muda karena pemuda sebagai agen perubahan begitu berpengaruh dalam pembangunan negeri ini. Apabila kita mengingat kembali peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di era dulu, seperti organisasi Boedi oetomo, sumpah pemuda, dan peristiwa Rengas dengklok merupakan catatan sejarah yang patut kita teladani untuk refleksi diri sebagai pemuda dan mahasiswa, tentu bukan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah seperti yang mereka lakukan dahulu, tetapi untuk meneruskan perjuangan mereka dalam memajukan negeri tercinta ini.

Tidak heran lagi jika Ir. Soekarno dalam pidatonya menyampaikan “Berilah aku sepuluh pemuda niscaya aku akan mengguncang dunia” kalimat tersebut mejelaskan bahwa pemuda  sangat dibutuhkan dedikasinya untuk menciptakan perubahan pada suatu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui semangat yang dimiliki pemuda.

Seperti yang kita ketahui, Pemuda adalah aset tolak ukur yang paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Dalam skala yang lebih kecil, pemuda adalah aset bangsa yang akan menentukan mati atau hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa.

Karena pemuda memiliki peran yang sangat signifikan dalam sejarah Indonesia. Dimulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan hingga sampai pada fase mengisi kemerdekaan dan mengawal keutuhan bangsa. Pemuda juga selalu siap untuk maju kedepan jika ternyata pemegang amanat rakyat tidak menjalankan amanatnya dengan baik. Orde lama ditumbangkan oleh kekuatan pemuda/mahasiswa dan orde baru pun juga ditumbangkan oleh kekuatan pemuda/mahasiswa sehingga melahirkan reformasi.

Sebagai pecutan bagi pemuda yang sekarang ini hidup di zaman serba modern atau yang lebih di kenal zaman globalilasi kita ambil semangat dari sejarah sumpah pemuda 1928 dan Tragedi Perang tentara Indonesia melawan Tentara Britania Raya 10 November 1945  di Surabaya.  Seperti kita ketauhi Tokoh-tokoh sumpah pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. Begitu juga Para Pemuda yang ikut andil dalam perang 10 November 1945 di Surabaya telah mengajarkan kita betapa teguh pendirian mereka. Sehingga kita mengenal slogan kala itu “merdeka atau mati”.

Baca Juga :   Pancasila dan Sikap Moderasi Nahdlatul Ulama

Peristiwa sumpah pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Semangat sumpah pemuda telah menggetarkan relung-relung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang dan berperang melawan penjajah Belanda. Begitu 10 november 1945…kini kita memperingati 10 november dengan Hari Pahlawan karena kita tau bahwasannya dunia mengatakan perang tersebut perang tersbesar di muka bumi setelah perang dunia ke II.

Kini Indonesia telah berumur yang ke 72 tahun. Jika kita analogikan usia negara Indonesia dengan manusia, usia bangsa ini sudah dikatakan tidaklah muda, digerogoti banyak penyakit yang mematikan, kulit yang sudah berkeriput dan diambang kematian. Apakah negara tercinta kita ini seperti manusia yang semakin hari makin lemah dan tak berdaya bisa saja sampai pada kematian?

Kalimat pembuka diatas menyatakan bahwa pemuda merupakan aset bangsa untuk masa yang akan datang, dan sudah biasa disebut agent of change. Peran pemuda untuk bangsa sangat diharapkan. Perubahan besar ada ditangan pemuda. Pemuda pengubah nasib bangsa.

Sebagai generasi pembawa perubahan, pemuda dibutuhkan gebrakan baru. Generasi muda sekarang nilai perjuangan, rasa patriotisme mulai luntur perlahan, kebudayaan yang luntur dengan gaya hidup modern, kurang peka terhadap maslah sosial, jangan tertidur dengan sifat konsumtif, hedonisme dan sifat instan. Kelompok pemuda yang bergerak dalam dunia pemerhati dan perjuangan untuk kaum tertindas, hanya berdiam diri, berjuang tak sepenuhnya, berbicara mengatas namakan kepentingan orang banyak tetapi untuk kepentingan pribadi.

Namun apakah peran pemuda saat ini hanya sampai batas dalam tataran aksi terutama untuk kasus-kasus yang terjadi? Memang pemuda saat ini banyak terjebak dalam tindakan responsif bersifat aksi ketika terdapat pelanggaran oleh aparatur negara. Bahkan kondisi yang sangat menyedihkan adalah pemuda saat ini terjebak dalam pragmatisme sehingga mampu dijadikan alat kekuasaan sehingga menghilangkan kekritisannya terhadap kasus-kasus yang terjadi yang terjadi di Negara Indonesia tercinta ini.

Baca Juga :   Strategi Indonesia Mencapai Target 10 Besar Asian Games

Jika telah terdapat komitmen untuk berperan dalam dunia sosial untuk kepentingan masyarakat, maka berjejaringlah dengan sesama pemuda yang juga berkomitmen dalam pemberantasan hal-hal yang dapat merugikan masyrakat dan negara. Bangsa indonesia butuh orang-orang yang membawa perubahan yang berdampak postif dan dapat menciptakan sejarah. Pembaharuan yang datang bukan dari kelompok kekuasaan tetapi kelompok minoritas atau kelompok kecil. Jadikanlah dirimu termasuk dalam kelompok kecil itu yang bisa membawa perubahan, gerakan yang baru untuk membangun indonesia tercinta ini.

Fokus kita pada kondisi nasionl hari ini dalam pergeseran zaman yang terus menerus mengalami perubahan sebagai keniscayaan hidup maka sudah barang tentu generasi pemuda melakukan terobosan – terobosan menghadapi perbuahan jaman yan terjadi sebagai peranannya dalam mewujudkan ketahanan nasional. Di masa depan pemudalah yang menentukan arah, akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar, kuat, tangguh, memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif, dan bangsa yang senantiasa diperhitungkan di dunia internasional.  Dalam hal ini generasi pemuda harus memahami peranan dan kedudukannya dalam mempertahankan negara.

Salah satu upaya yang harus dilaksanakan oleh generasi muda adalah mampu menerima tanggung jawab pertahanan negara yang di dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai komponen bangsa. Hal mendasar yang harus dimiliki oleh generasi muda adalah kontribusinya mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional, adalah semangat kebangsaan sebagai sinergi antara rasa kebangsaan dan paham kebangsaan yang menyatukan tekad untuk senantiasa menjaga martabat bangsa serta pemahaman mendalam tentang apa dan bagaimana bangsa ini mewujudkan masa depannya.

Mulai sekarang ini Tanggung jawab pemuda sebagai warga negara Indonesia dalam ketahanan nasional yang terwujud di dalam konstitusi Republik Indonesia sudah sewajarnya diimplementasikan untuk menangkal berbagai ancaman yang timbul baik dari dalam maupun dari luar. Pemuda dalam kedudukan dan peranannya dalam rangka memantapkan ketahanan nasional di dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan mengisyaratkan pemuda hari ini harus menjadi generasi yang mampu menjadi kekuatan moral, sosial kontrol dan agen perubahan di setiap lini pembangunan negara. Perlibatan pemuda dalam strategi Ketahanan Nasional sebaiknya dilaksanakan secara sistematis dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program pembangunan negara.

*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Fatah dan aktivis HMI

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here