Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Pemkab Lahat Enggan Terima Underpass dari Kemenhub

Pemkab Lahat Enggan Terima Underpass dari Kemenhub

Tanggal : Pukul :
284
0
Bupati Lahat, Cik Ujang SH saat menerima rombongan Dirjen Perkeretaapian. Foto Heru/DS

Lahat, Detik Sumsel – Persoalan underpass Desa Ulak Lebar, Kota Lahat, nampaknya belum kunjung selesai. Jika sebelumnya pengeringan underpas terendam air, sudah dikerjakan. Kali ini rencana serah terima proyek Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan ke Pemkab Lahat, kembali menuai persoalan bak sebuah drama. Pembahasan serah terima proyek pun, seakan saling tarik ulur kepiawaian.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH mengatakan, Pemkab Lahat bersedia melakukan serah terima underpass jika kondisinya sudah diperbaiki. Seperti memperbaiki kelandaian underpass, mengingat sudah banyak truk yang jadi korban lantaran jalur underpass terlalu menanjak. Lalu dibuatkan pipa pembuanggan air, langsung ke Sungai Lematang. Sehingga underpass tidak berpotensi kembali terendam.

Baca Juga :   PT Lonsum Diduga Caplok Lahan Eks Transmigrasi

“Kami minta underpass diperbaiki dulu. Kalau seperti sekarang bangunannya, kami belum siap,” kata Cik Ujang, saat menerima rombongan Dirjen Perkeretaapian Sumsel, Kamis (29/8).

Cik Ujang menuturkan, persoalan underpass Lahat ini sudah jadi sorotan nasional. Mengingat hanya underpass Lahat pengerjaannya dinilai asal-asalan. Sedangkan ditempat lain, underpas yang dilalui kereta api semua bagus. Bahkan pernah kejadian ada truk melintas, bagian kepala lewat tapi bagian badannya tersangkut, karena jaraknya terlalu rendah.

“Kalau begini, kami pun ragu pengerjannya dilakukan oleh orang pusat. Untuk itu, gimana caranya dianggarkan lagi untuk perbaikan dan selesai tahun 2020. Baru setelah itu serah terima,” tegas Cik Ujang.

Baca Juga :   112 Pejabat Dimutasi, Haryanto: Jangan Banyak Janji, Buktikan dengan Kinerja

Sementara, Made Suartika, selaku perwakilan Dirjen Perkeretaapian menjelaskan, persoalan pengerjaan diserahkan langsung pihak ke 3, melalui proses lelang terpusat di Jakarta. Untuk pembuanggan air tidak bisa jauh dari area jalur rel kereta api, hanya 45 meter disisi kanan/kiri rel. Dengan mesin penyedot air berkapasitas 1000 kubik.

“Untuk usulan Bupati Lahat, kami belum bisa memberi jawaban. Akan dilaporankan dahulu. Namun pihaknya meminta, Pemkab Lahat juga bisa mengatasi, soal banyak masyarakat mendirikan bangunan disepanjang rel perlintasan. Kami kewalahan mengatasinya, apalagi ini soal keselamatan,” jelas Made. (heru)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here