Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Pelaku Penujahan Kuli Angkut Tertangkap, Akuinya Karena Cemburu

Pelaku Penujahan Kuli Angkut Tertangkap, Akuinya Karena Cemburu

Tanggal : Pukul :
524
0
Apuk, pelaku penujahan kuli angkut di lahat saat diamankan

Lahat, Detik Sumsel — Masih ingat berita sebelumnya terkait kuli angkut di Kota Lahat, tewas ditikam orang tak dikenal usai mengisi pulsa. Setelah empat hari perburuan, pelaku penujahan Saropil (27) warga asli Taba Rena, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Minggu malam (16/9) lalu, akhirnya berhasil diringkus.

Pelakunya rupanya Fredy alias Apuk (38), warga Jalan Aspol Gunung Gajah, Kota Lahat. Anggota Satreskrim Polres Lahat berhasil menangkap pria berkepala lalas ini, Jumat (21/9) sekira pukul 22.30 WIB saat melarikan diri di Simpang Periuk Kota Lubuk Linggau.

“Pelaku kita amankan di Simpang Priuk Kota Lubuk Linggau, tanpa perlawanan. Barang bukti sebilah pisau yang digunakan pelaku, juga sudah kita amankan,” terang Kapolres Lahat AKBP Robby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma SIK, Sabtu (22/9).

Usut punya usut, Apuk tega menghabisi nyawa Saropil, gara-gara tersulut api cemburu. Menurut pengakuan Apuk, korban kerap berbincang dengan istrinya, membuatnya menduga korban tengah bermain cinta dengan istrinya. Apalagi diketahui istri Apuk kerap curhat pada korban, atas keretakan rumah tangganya.

“Sebenarnya korban sama pelaku ini bertetangga. Pelaku cemburu ketika mendengar kedekatan istrinya sama korban. Kita jerat minimal tujuh tahun penjara,” ujar Satria.

Terkait ditemukan secarik kertas yang diselipkan melalui sela dinding kamar korban, berisikan ajakan makan malam korban kepada diduga teman wanitanya.

“Adek malam besok kk nak ngajak adek makan, maukan. Tunggu kk pulang kerja yo”. Satria menjelaskan, sejauh ini tidak ada hubungan dengan istri pelaku.

“Korban ini memang statusnya duda, tapi surat itu bukan ditujukan ke istri pelaku yang juga orang Musirawas. Kebetulan wanita yang ditaksir korban ini bertetanggaan, kamarnya hanya dibatasi oleh papan,” jelasnya

Sementara, Anggun (37) kakak kandung korban mengaku, saat malam kejadian adiknya tersebut pamit dari rumah untuk mengisi pulsa handphone. Sepengetahuan dirinya, adiknya itu tidak pernah mengatakan ada masalah, maupun sampai ada musuh.

“Kami minta polisi bisa berlaku adil atas kematian adik saya ini. Adik saya tewas terkena dua luka tusuk dibagian dadanya,” ungkap Anggun. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here