Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Optimis Satu Juta Stek Kopi Terealisasi Tahun Ini

Optimis Satu Juta Stek Kopi Terealisasi Tahun Ini

Tanggal : Pukul :
82
0
Detik Sumsel/Rendi - Sebanyak 632 petan mendapatkan pengarahan dari Dinas Pertanian Kota Pagaralam dalam acara sosialisasi penyambungan tanaman kopi di Balai Kota Pagaralam, Kamis (10/10).

Pagaralam, Detik Sumsel – Satu juta batang Program Stek Kopi milik Pemerintah Kota Pagaralam di bawah kepemimpinan Alpian Maskoni dan Muhammad Fadli (Alfad) dalam hitungan hari akan segera segera terealisasi kepada 42 kelompok tani (Poktan) atau 632 orang penerima manfaat (petani) yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pagaralam.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak 632 petani tersebut mendapatkan pengarahan dari Dinas Pertanian Kota Pagaralam dalam acara sosialisasi penyambungan tanaman kopi di Balai Kota Pagaralam, Kamis (10/10).

Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono Mekson didampingi Kabid Perkebunan, Rudianto mengatakan, sosialisasi ini merupakam tindak lanjut dari program Satu Juta Stek Kopi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pagaralam.

“Karena program ini akan mulai direalisasikan, maka penerima manfaat atau petani kita berikan pengarahan untuk penyeragaman,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, untuk pelaksanaanya di lapangan akan dilakukan dalam waktu dekat yang akan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pagaralam. Gunsono menambahkan, teknis di lapangan petani akan dibantu dengan peralatan seperti gergaji potong, gunting, pisau stek, serta plastik tungkup, dan tali pengikat.

“Dan silahkan petani untuk memilih bibit yang mereka anggap baik dengan kultur tanah kebun mereka masing-masing,” terangnya.

Ditambahkannya, nanti bibit yang stek (sambung pucuk) yang dikerjakan petani itu akan dibayar apabila stek tersebut hidup dengan hitungan harga Rp 2 ribu per batang pangkal.

“Jadi kita hanya membayar stek yang dinyatakan hidup saja kepada petani,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata Gunsono, bukan berarti tidak ada batas waktu yang diberikan kepada petani dalam melakukan stek kopi ini. Dikhawatirkan karena gagal (mati), petani berulang-ulang melakukan stek karena berharap akan mendapat bayaran dari Dinas Pertanian.

“Untuk antisipasi kecurangan ini, kita ada tim yang melakukan pengawasan apakah stek tersebut hidup atau tidak, serta dilakukan di waktu yang kita tentukan atau bukan,” katanya.

Mengenai anggaran program ini, pemkot pagaralam mengucurkan Rp 2 Miliar lebih melalui APBD Satker Dinas Pertanian.

“Kita optimis Satu Juta Stek Kopi ini bakal terealisasi di tahun ini,” pungkasnya. (rendi)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here