Beranda Kesehatan MUI Sumsel Dukung Imunisasi MR

MUI Sumsel Dukung Imunisasi MR

Tanggal : Pukul :
860
0
MUI Sumsel saat menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan imunisasi MR

Palembang, Detik Sumsel – Setelah melalui beberapa kali pertemuan dengan pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dengan program Imunisasi Measles dan Rubella (MR) terkait dalam proses pembuatan vaksin yang terdapat kandungan unsur hewani babi. Akhirnya tepat pada tanggal 20 Agustus 2018, MUI mendukung program Imunisasi MR karena dinilai dalam kondisi darurat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Sumsel Prof Dr Aflatun Muchtar, MA saat menjadi narasumber dalam acara sharing session bersama komunitas perangi Rubella Workshop Jurnalis Media Kompetisi di Meeting Room Amaris Hotel Palembang, dikatakannya, dalam Islam yang berkaitan dengan kondisi dan keadaan terpaksa di perbolehkan atau Mubah. Karena MR ini darurat yang bisa menyebabkan kematian, penyakit berat, berdasarkan informasi dari ahli yang berkompeten, jadi imunisasi MR ini harus dilaksanakan.

Baca Juga :   Kampanye MR di Sumsel Baru 45 Persen

“Kami akan segera menyurati Dinkes Kabupaten/Kota di Sumsel agar segera melaksanakan Imunisasi MR ini,” katanya Selasa (28/8).

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang ini berharap meski saat ini vaksin MR ini belum halal kedepan bakal terus lahir vaksin-vaksin yang dibuat dari bahan yang halal. Dan meminta produsen vaksin agar mengajukan sertifikasi halal sesuai dengan peraturan undang-undang.

“Untuk itu, pemerintah harus menjamin ketersediaan vaksin MR untuk masyarakat. Karena jika tidak segera dilakukan di prediksi 5 tahun kedepan di Sumsel ada sebanyak 1253 masyarakat yang terkena penyakit campak 20 persen diantaranya adalah Rubella.

Ditempat yang Sama Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Palembang, Dr. Halima mengatakan, saat inkubasi vaksin MR memang ada kandungan Babi, ketika sudah melalui tahapan pembuatan hingga selesai, sudah tidak ada lagi unsur babi.

Baca Juga :   Kampanye MR di Sumsel Baru 45 Persen

“Sebenernya sudah pernah dicoba menggunakan unsur hewani dari Sapi namun belum bisa berhasil, ketika menggunakan unsur Babi baru bisa ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumsel agar mau ikut dan mau berpartisipasi Imunisasi MR guna pencegahan terhadap penyakit tersebut.

“Kami himbau bagi masyarakat yang punya anak usia 9 bulan sampai 15 tahun segera melakukan imunisasi MR. Untuk pelaksanaan Imunisasi MR ini untuk bulan September dilakukan di Fasilitas Kesehatan seperti, Rumah Sakit Puskesmas, Posyandu, Polides, Dokter Praktek klinik maupun Swasta, yang dilaksanakan rutin 9 bulan penuh,” pungkasnya. (Bra)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here