Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Minim Perhatian, Lokasi Wisata Sumsel Mati Suri

Minim Perhatian, Lokasi Wisata Sumsel Mati Suri

Tanggal : Pukul :
489
0
Tempat wisata Goedang Boentjit yang tidak mendapatkan perawatan dan kini sudah sepi dari pengunjung. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel- Pariwisata kini menjadi salah satu sektor yang paling diperhatikan. Baik pemerintah pusat maupun daerah terus berlomba-lomba melahirkan sejumlah tempat wisata baru. Bahkan, pihak swasta tak segan untuk ikut membuka lokasi wisata yang juga secara tak langsung menunjang pendapatan asli daerah (PAD).

Namun sayang, terkadang pemerintah hanya terkesan “anget-anget tai ayam”. Rencana pembukaannya selalu terkesan wow, namun seiring berjalannya waktu tak lagi diperhatikan. Pengunjung pun biasanya membludak di awal pembukaannya, tetapi mulai sepi saat rasa penasarannya menghilang. Akibatnya, sejumlah lokasi wisata yang awalnya ramai, seolah mati suri.

Tak sedikit pula pengunjung yang biasanya didominasi warga lokal yang mengeluh, jika minimnya perhatian pemerintah untuk merawat, menyebabkan minat mereka meredup untuk kembali berkunjung.

Salah satu lokasi wisata di Palembang yang terkesan minim perhatian pemerintah, yakni Danau OPI di kompleks OPI Jakabaring. Terlepas dari simpang siurnya pengelola yang bertanggung jawab, danau buatan ini juga terkesan tak terawat.

Tampak lokasi wisata danau OPI yang mulai sepi dan tidak dimaksimalkan oleh Pemerintah. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Berada di Kompleks OPI Jakabaring yang diklaim di wilayah Kabupaten Banyuasin, danau ini awalnya dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel. Sedangkan, selama ini banyak warga beranggapan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.

Saat ini, danau yang dibuat saat gelaran PON ke-XVI di Palembang tahun 2004 silam, tak lagi ramai pengunjung. Bahkan, kawasan ini cukup rawan kejahatan, yang akhirnya menambah ketakutan warga untuk datang.

Baca Juga :   Sirkuit Motocross MXGP Sumsel Terbaik di Indonesia 

Pondok kuliner di sekeliling danau yang awalnya berjumlah hingga 88 buah, saat ini tertinggal belasan yang masih tetap dibuka. Seorang pedagang, Akib (50) mengeluh sejak tahun 2014 pendapatannya menurun drastis. Ia sudah berdagang di tepi danau sejak tahun 2004 dan biasanya bisa meraup untung Rp 300-400 ribu per hari.

“Tapi sekarang dapat Rp 100 ribu sehari sudah Alhamdulillah, yang datang sepi sekali,” ungkapnya.

Tak hanya Danau OPI, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) yang berada di Karang Anyar Kecamatan Gandus juga mulai memudar pesonanya. Pantauan Detik Sumsel, saat memasuki gerbang taman, warna cat pada beberapa bangunan sudah pudar. Air danau yang berada di bagian dalam juga mulai keruh dan berwarna gelap. Banyak rumput liar yang menganggu keindahan tempat ini dan menimbulkan kesan kumuh.

Apalagi menurut warga sekitar, taman ini kerap dijadikan tempat berpacaran bagi muda-mudi, yang bahkan menjurus ke perbuatan yang tidak-tidak.

TPKS yang membutuhkan perhatian Pemerintah, kondisi saat ini mulai tidak terawat. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Sudah sering kejadian ditempat ini banyak orang berbuat mesum maupun aksi kejahatan mulai dari copet, penodongan, dan lainnya. Karena memang kurangnya pengawasan dan fasilitas yang memadai, agar pengunjung bisa lebih tertib,” kata Lepi, warga sekitar.

Baca Juga :   Herman Deru Minta Rusun Dicat Ulang

Minimnya perhatian pemerintah ini rupanya bukan hanya terjadi di lokasi wisata di Palembang. Sejak dua tahun terakhir, kondisi objek wisata Teluk Gelam yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Sriguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI juga terbengkalai.

Kawasan objek wisata Teluk Gelam terlihat seperti tak bertuan, termasuk keberadaan Hotel Teluk Gelam yang sudah beberapa tahun tak beroperasi.

Semua sarana prasarana permainan seperti perahu bebek, roda putar maupun rumah knockdown, sepertinya tak berfungsi secara maksimal. Kendatipun objek wisata Teluk Gelam tak beroperasi, namun keberadaan kawasan objek wisata Teluk Gelam diklaim tetap dibersihkan.

Kabid Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Nuraida didampingi petani setempat saat meninjau objek wisata Teluk Gelam yang kini ditanami 100 buah naga. (Foto: Darfian)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ifna Nurlela melalui Kabid Promosi, Nuraida mengaku menugaskan tiga orang pekerja untuk membersihkan kawasan objek wisata Teluk Gelam dengan pembagian tugas secara shift. Sampai saat inipun, Teluk Gelam masih dibuka dan terbuka untuk umum.

“Kami akui sejak 2016 lalu objek wisata Teluk Gelam tidak beroperasi. Termasuk Hotel Teluk Gelam. Lebih-lebih pengelola Teluk Gelam yakni PT El Jhon pergi meninggalkan objek tersebut. Pasca ditinggalkan investor, Teluk Gelam akhirnya dikelola pemerintah,” jelasnya. (bra/wira/iyan)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here