Beranda Refleksi Menjadikan Pagar Alam Magnet Wisata Asia

Menjadikan Pagar Alam Magnet Wisata Asia

Tanggal : Pukul :
524
0
Menjadikan Pagar Alam Magnet Wisata Asia - Lismiana, S.E., M.Si.
Menjadikan Pagar Alam Magnet Wisata Asia - Lismiana, S.E., M.Si.

PARIWISATA menjadi target presiden Joko Widodo untuk menjadi sektor utama (leading sector) perekonomian. Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018, pariwisata menempati urutan keempat dari sepuluh Prioritas Nasional. Menjadikan pariwisata menjadi leading sector perekonomian di tanah air sesungguhnya sudah tepat, karena sektor pariwisata dapat tumbuh lebih berkelanjutan, dan menyerap banyak tenaga kerja, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sektor pariwisata dapat tumbuh berkelanjutan terlihat dari meningkatnya kunjungan wisata mancanegara (wisman) ke Indonesia beberapa tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisman pada Februari 2018 sebanyak 1,20 juta naik 17,36 persen dibanding jumlah kunjungan pada Februari 2017, yang sebesar 1,02 juta kunjungan. Sehingga berimbas pada meningkatnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di tanah air pada Februari 2018  yang mencapai rata-rata 56,21 persen, naik dibandingkan dengan TPK Februari 2017 yang tercatat sebesar 52,57 persen. Dengan meningkatnya sektor pariwisata akan berdampak kepada tumbuhnya sektor lain seperti angkutan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman, transportasi, perdagangan dan industri terkait seperti industri makanan dan minuman dan industri furnitur.

Meningkatnya berbagai sektor lain tersebut akan juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Target untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata jika dikelola dengan baik menjadi sangat mungkin dengan banyaknya  kekayaan alam Indonesia yang sangat indah. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang mempunyai potensi wisata yang besar. Sebut saja keindahan alam Raja Ampat di Papua, pesona pantai yang indah di Bali. Keindahan alam pegunungan dan hamparan kebun teh di Pagar Alam,  Sumatera Selatan tidak kalah mempesona.

Pagar Alam memiliki tanah yang subur sehingga sektor pertanian menjadi tumpuan perekonian kota ini. Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menyumbang lebih dari 23 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pagar Alam pada tahun 2016. Namun, kontribusi sektor primer tersebut menurun tiap tahunnya. Ditambah lagi, menurunnya berbagai harga komoditi perkebunan beberapa tahun terakhir disertai adanya peluang mendulang kesempatan emas meningkatkan pariwisata dari tren perubahan gaya hidup masyarakat kelas menengah atas yang lebih menyukai  rekreasi patut dimanfaatkan. Sehingga, dengan keindahan alamnya, sudah selayaknya Kota Pagar ALam harus bersiap diri menjadikan pariwisata sebagai magnet wisata Asia dan leading sector perekonomian.

Baca Juga :   Setelah Ransomware Wannacry, Kini Muncul Malware Adylkuzz

Hamparan hijau di kaki gunung Dempo ke puncak gunung terasa sangat cantik dan  asri dengan udara yang sejuk. Puncak Dempo di kota Pagaralam merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan sehingga dapat menjadi tempat favorit bagi pencinta alam. Hijaunya lereng pegunungan dipenuhi tanaman kebun teh yang asri dan terdapat tanaman stroberi yang manis dan segar.

Pengunjung dapat memetik sendiri buah stroberi yang masak dan siap panen utamanya pada hari Rabu dan Sabtu. Selain itu, kota Pagar ALam terkenal sebagai Kota Seribu Air Terjun, hal ini dikarenakan di Kota tersebut banyak terdapat air terjun yang sangat indah, diantaranya Air Terjun Curup Embun, Air Terjun Lematang Indah, Air Terjun Curup Mangkok dan Air Terjun Curup Tujuh Kenangan. Tidak hanya Gunung Dempo dengan kebun tehnya serta Air Terjun, Kota Pagar ALam memiliki destinasi wisata menarik lainnya  seperti danau, arca dan candi.

Pesona alam pegunungan dan lereng yang dipenuhi dengan tanaman kebun teh yang luas menandakan Pagar Alam sangat potensial sebagai kawasan wisata. Sehingga mengembangkan kepariwisataan Kota Pagar Alam berbasis wisata alam, wisata budaya yang bercirikan nilai dan kearifan lokal  merupakan salah satu misi kota Pagar Alam. Tentu saja untuk mendukung pencapaian misi dalam mengembangkan kepariwisataan kota Pagar Alam perlu didukung oleh sektor-sektor lain sebagai penunjang pariwisata, seperti sektor Perdagangan, jasa, akomodasi serta penyediaan makan dan minum.

Berdasarkan analisis hasil listing SE2016 Kota Pagar Alam menunjukkan bahwa sektor perdagangan, dan jasa merupakan  sektor unggulan di Kota tersebut. Namun, sektor penyediaan makan dan minum bukan merupakan sektor unggulan. Hal ini didukung juga oleh data kontribusi sektor penyediaan akomodasi dan makan minum terhadap PDRB Pagar Alam hanya sebesar 3,27 persen pada tahun 2016. Padahal, sektor tersebut merupakan sarana penunjang pariwisata yang sangat vital dalam mengembangkan pariwisata.

Sebagai kota yang mempunyai destinasi wisata yang alami, pemerintah Kota Pagar Alam tentunya mempunyai perhatian khusus terhadap sektor pariwisata. Ini terbukti dengan program-program pembangunan yang tertuang baik dalam (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), arah pembangunan ditujukan khususnya pada pengembangan pariwisata alam.

Namun, memang dirasa masih kurang dalam capaian pelaksanaannya. Diduga karena masih kurangnya sarana yang mendukung pariwisata di daerah tersebut diantaranya rusaknya infrastruktur jalan, termasuk di antaranya jalan yang menjadi penghubung Kota Pagar Alam dengan Kabupaten terdekat, Lahat. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang mengeluhkan jalan yang rusak dan sulitnya menuju objek wisata di Kota tersebut.

Baca Juga :   Mengembalikan Peran Strategis Pertanian Sumsel

Banyak dan indahnya destinasi wisata Pagaralam, maka tidak berlebihan dikatakan bila dikelola dengan lebih baik maka Pagaralam dapat menjadi magnet wisata di Asia. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk menjadikan Kota Pagar Alam menjadi magnet wisata tidak hanya di Indonesia, namun  juga di Asia bahkan didunia internasional antara lain, pertama melakukan promosi destinasi wisata Kota Pagar ALam dalam skala nasional maupun internasional. Oleh karena itu, kreatifitas promosi harus lebih menarik. Kota Pagar ALam akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 ini, siapapun Kepala Daerah yang terpilih nanti, hendaknya mampu melakukan komunikasi politik untuk bisa menarik event wisata terutama yang berkelas nasional dan International ke Kota Pagar Alam sehinga dapat menjadi ajang  promosi wisata yang menjadikan Kota ini semakin dikenal dunia.

Kedua, memperbaiki kebijakan tata kelola tempat wisata dan sarana transportasi publik sehingga memudahan bagi wisatawan ketika berkunjung ke Kota Pagar Alam. Hal ini dapat dilakukan mulai menyediakan informasi baik itu di bandara, maupun diberbagai tempat pemberhentian pengunjung terkait tempat wisata dan hotel yang dapat dikunjungi, dimana tempatnya dan termasuk cara menuju ke tempat tersebut. Selain itu, sarana transportasi harus terintegrasi sehingga dapat menghubungkan antar destinasi wisata.

Ketiga, belajar dari tempat wisata lainnya di Indonesia, tentu saja perlu adanya pusat oleh-oleh dan kuliner yang memiliki khas Kota Pagar Alam. Penyediaan makan dan minum yang dekat dengan kawasan wisata perlu di optimalkan lagi untuk meraih peluang meningkatnya pariwisata dan industri wisata di Kota Pagar ALam.

Keempat, memperbaiki infrastruktur jalan menuju Pagar ALam ataupun infrastruktur di Kota Pagar Alam sendiri utamanya menuju tempat wisata. Sehingga memudahkan wisatawan yang berkunjung menuju berbagai destinasi wisata di Kota Pagar ALam. Semoga, ditahun politik ini, kota Pagar ALam dapat menggeliatkan pariwisata  sehingga menjadi magnet wisata di Asia. Semoga.

*Statistisi Ahli Pertama Seksi Analisis Statistik Lintas Sektor, Badan Pusat Statistik  Provinsi Sumatera Selatan.

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here