Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Mengatasnamakan Sumbangan, Pria Ini Palaki Ruko dan Toko Dikawasan IT I

Mengatasnamakan Sumbangan, Pria Ini Palaki Ruko dan Toko Dikawasan IT I

Tanggal : Pukul :
1140
0
Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana saat menghadirkan tersangka dan barang bukti di Mapolsek Ilir Timur I

Palembang, Detik Sumsel — Aksi pemalakan dengan modus minta sumbangan mengatasnamakan Siskamling yang dilakukan Faisol (46) akhirnya terbongkar setelah Faisol ditangkap anggota Reskrim Polsek Ilir Timur I saat beraksi meminta sumbangan kepada pemilik dikawasan Ilir Timur I Minggu (27/1).

Aksi pemalakan yang dilakukan bapak dua anak sudah hampir setahun terakhir ini, bermodalkan proposal sumbangan ia keliling kesejumlah toko dikawasan Ilir Timur I untuk meminta sumbangan.

“Sekitar setahunan lah pak aku melakukan minta sumbangan, karena tidak ada kerjaan lain mano untuk kebutuhan ekonomi, makan merokok, ada lah sedikit untuk beli sabu tapi jarang,”ucapnya saat dihadirkan di Mapolsek Ilir Timur I Senin (28/1).

Saat mendatangi sejumlah toko, Faisol selalu menyodorkan kuitansi, cap dan proposal yang sudah disiapkannya. Proposal tersebut dibuat dalam beberapa surat dan lampiran.

“Saya buat proposal itu belajar liat dari Google dan YouTube. Untuk alamat nya saya rubah sesuai dengan alamat yang akan dituju. Biasanya satu ruko ataupun toko saya minta 100 ribu hingga dua juta,”tambahnya.

Hari yang didapatkan Faisol dari memalak ini memperoleh uang sekitar 50 sampai 100 ribu.

“Meskipun saya mintai sumbangan dua juta per toko, tapi dikasih tidak banyak, paling besar 200 ribu itupun tidak sering. Kadang 50 ribu sampai 100 ribu an,”beber warga Gandus ini.

Kapolsek IT I Kompol Edi Rachmat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jony Palapa mengatakan tersangka ditangkap setelah ada warga yang melaporkan karena resah dengan ulahnya sehingga tersangka dilakukan penangkapan saat sedang menjalankan aksinya.

“Ada masyarakat yang melapor ke Polsek IT 1 karena sering di palak oleh preman yang berkedok meminta sumbangan pos kamling, setelah dilakukan penyelidikan didapatkan tersangka tengah memalak,”katanya.

Lanjutnya, tersangka mendatangi setiap dengan membawa proposal untuk pembangunan pos siskamling senilai Rp 15 juta. Pemilik toko maupun ruko yang percaya sudah memberikan sumbangan mulai dari 200 ribu. Setelah dilakukan pengecekan di RT dan RW yang dimaksud ternyata tidak ada alias fiktif.

“Untuk tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan terancam hukuman penjara selama 4 tahun dengan kasus penipuan maupun penggelapan,”pungkasnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here