Beranda Refleksi Menagih Janji Wakil Walikota Palembang Atasi Persoalan Banjir

Menagih Janji Wakil Walikota Palembang Atasi Persoalan Banjir

Tanggal : Pukul :
448
0
Menagih Janji Walikota dan Wakil Walikota Palembang - Abdul Malik
Menagih Janji Walikota dan Wakil Walikota Palembang - Abdul Malik

“Langsung Cek Pelayanan Publik, Janji Atasi Persoalan Banjir di Metropolis”

KUTIPAN kalimat tersebut, merupakan janji wakil walikota Palembang, Fitrianti Agustinda yang diungkapkan kepada wartawan detiksumsel.com usai pelantikan di Griya Agung Palembang, 31 Agustus lalu. Seakan menagih janji, ungkapan tersebut langsung dijawab saat hujan tiba pada Senin Malam, 12 September lalu. Hanya dalam beberapa jam saja hujan turun, kota Palembang tergenang air. Air setinggi pinggang orang dewasa merata di setiap sudut dan pusat kota. Tidak sedikit kendaraan bermotor mogog di jalan akibat terendam air dan bahkan beberapa pusat perbelanjaan harus mengigit jari karena banyak perobotan yang rusak terendam air.

Banjir yang menggenangi ini telah berdampak pada perekonomian, meskipun belum diketahui berapa banyak kerugian akibat banjir ini. Banjir memang menjadi musuh bagi kota ini saat musim hujan tiba. Hampir setiap menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai dan bisa diselesaikan. Pembangunan yang pesat dan terus menerus serta tidak diiringi dengan sistem perairan dan drainase yang baik menjadi menjadi penyebab utama banjir semakin besar setiap tahunnya.

Pantauan di lapangan juga memperlihatkan, betapa banyak rawa ditimbun dan digantikan oleh rumah toko (ruko) sehingga serapan air berkurang. Belum lagi sistem drainase yang tidak sesuai dengan pembangunan yang ada, sehingga saat hujan turun, air tidak memiliki saluran yang cukup, akhirnya meluap dan menggenangi badan jalan.

Baca Juga :   Jago Merah "Ngamuk" di Jalan Dr M Isa

Menurut catatan pengamat, seperti yang diungkapkan Bagindo SIP persoalan Palembang ini, tidaklah tepat dilihat dari pembangunan untuk kepentingan jangka pendek. Pasalnya, hampir 35 persen anak sungai hilang di Palembang karena ditutupi oleh proyek pembangunan. “Coba perhatikan kalo keliling kota Palembang. Lebih dari 60 persen tepian jalan yang dilalui, paritnya nya sangat memprihatinkan. Bahkan ada jalan hanya satu sisi memiliki parit atau bahkan tanpa parit sama sekali,” kata Bagindo.

Berangkat dari perseoalan tersebut, ada beberapa catatan redaksi. Pertama, Pemkot Palembang harus serius menyelesaikan persoalan ini, tidak cukup dengan janji saja. Apalagi kini sudah ada wakil walikota Palembang, Fitriantin Agustinda yang mendampingi Harnojoyo dalam menakhodahi kota Palembang. Selama ini mungkin persoalan politik masih mengangkangi sehingga berdampak pada pelayanan publik, tapi kini harus dihilangkan untuk meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kedua, apa yang dilakukan walikota Palembang dengan melakukan program minggu bersih membersihkan anak sungai di setiap kelurahan sudah bagus dan patut diapresiasi. Hanya, ternyata langkah ini tidak bisa mengatasi persoalan banjir karena banjir ini tidak cukup dengan gotong-royong dan kemudian lebih banyak sesi foto-foto (selfie) saja.

Ketiga, perlu langkah kongkrit dari hulu ke hilir. Karena gotong royong selama ini dilakukan hanya menyeleisaikan persoalan hulunya saja, hilirnya yakni membuat drainase yang bagus dan sesuai dengan daya tampung air yang melalui kajian dengan menggandeng akademisi memprediski saat hujan akan turun. Bicara Palembang memang bukan hanya soal jalan-jalan utama seperti Jl Sudirman, Jl Kapt A Rivai, Jl Merdeka, Jl Veteran dan jalan utama lainnya saja. Tapi juga jalan-jalan lain yang saling terkoneksi, dimana disana ada saluran air yang bagus dan tidak tersendat.

Baca Juga :   Kembalikan Kejayaan Palembang Darussalam

Keempat, perlu peran serta aktif masyarakat untuk mendukung upaya Palembang Emas (Elok, Madani, Aman, dan Sejahterah). Menjaga lingkungan bersama demi kenyamanan dengan tidak membuang sampah sembarangan di saluran air, anak sungai dan selokan. Memastikan setiap drainase di depan rumah dan toko lancar dan ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan penghijauan serta membuat lobang biofori di halaman rumah adalah bagian kecil dan akan berdampak besar dalam mengatasi persoalan banjir ini.

Jika ini dapat dilakukan maka, jangka panjang Palembang Emas bisa terwujud, bukan hanya slogan kota yang bertuliskan bagus di taman kota saja. Karena jika banjir ini tidak diatas jelas akan berdampak kepada ke-Elokan, ke-Madanian, keAmanan dan juga berefek pada ke-Sejahteraan warga kota Palembang.

Oleh: Abdul Malik Syafei, S.HI., M.H. (Pemimpin Redaksi Detiksumsel.Com)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here